Categories: News

Pramono Anung Tak Mau Masuk Gorong-Gorong, Sebut Dirinya Bekerja dengan Pikiran

Overview:

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkelakar tak mau masuk gorong-gorong saat kerja bakti massal.
  • Ia menyebut dirinya dibesarkan dalam tradisi teknokrasi yang mengedepankan kerja pikiran.
  • Kerja bakti pascabanjir itu melibatkan lebih dari 171 ribu personel gabungan.

SulawesiPos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pernyataan santai saat menghadiri kerja bakti massal di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan dirinya tidak ingin turun langsung ke dalam gorong-gorong karena merasa dibesarkan dalam tradisi teknokrasi.

“Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya’. Pak JK ketawa,” kata Pramono kepada wartawan.

Pramono yang saat itu berdiri di samping Jusuf Kalla menambahkan, dirinya sebenarnya tidak keberatan jika harus turun langsung, namun khawatir justru menjadi perhatian media.

“Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong,” ujarnya berkelakar.

Dalam kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 171.134 personel gabungan yang berasal dari unsur pemerintah, masyarakat, hingga perusahaan.

“(Melaksanakan kerja bakti) Di 44 kecamatan, 267 kelurahan dan juga tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya. Dan sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang,” kata Pramono.

Ia juga menyebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut ambil bagian, termasuk Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rapat Koordinasi Nasional sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan fokus utama kerja bakti adalah pengurasan serta pembersihan saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mencegah penyumbatan sampah pascabanjir.

“Karena yang namanya ‘fogging’ (pengasapan) itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar 3M (menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang). Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat,” kata Rano.

Alat Berat dan Dukungan PMI

Untuk mendukung kegiatan, Pemprov DKI mengerahkan 60 unit alat berat serta 144 truk pengangkut yang difokuskan pada 66 titik prioritas.

Selain itu, Pemprov berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta.

PMI menyediakan hampir 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 10.000 gerobak dorong, serta 3.000 karung pengangkut sampah.

Setiap kota administrasi memperoleh distribusi masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak, dan 600 karung.

Rano pun mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan agar Jakarta tetap sehat dan terbebas dari persoalan banjir maupun penyakit berbasis lingkungan.

Muh Amar Masyhudul Haq

Share
Published by
Muh Amar Masyhudul Haq
Tags: banjir DKI Jakarta Jusuf Kalla kerja bakti Pramono Anung