Overview
SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 17.30 WIB.
Setibanya di Jawa Timur, Presiden dijadwalkan langsung menggelar sejumlah pertemuan pada malam hari.
Agenda kunjungan berlanjut keesokan harinya dengan menghadiri kegiatan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Kegiatan keagamaan tersebut diperkirakan diikuti lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah.
Mujahadah Kubro menjadi momentum refleksi kekuatan spiritual dan sosial NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa.
Selain itu, kehadiran Presiden dalam forum tersebut dimaknai sebagai representasi kehadiran negara di tengah ulama dan umat.
Momentum ini juga dipandang memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong kemajuan nasional di tengah dinamika dan tantangan global.
Dalam penerbangan menuju Jawa Timur, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat negara, di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Sementara itu, keberangkatan Presiden dari Lanud Halim Perdanakusuma dilepas oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, dan Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi.
Sekretaris PWNU Jawa Timur, HM Faqih, menyampaikan bahwa hingga Jumat (6/2/2026), jumlah jamaah Mujahadah Kubro yang sudah tiba di Kota Malang dalam rangka peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama mencapai 104.541 orang.
“Hingga H-2 tercatat jamaah mencapai 104.541 orang atau jika dibulatkan sekitar 105.000 orang dengan 1.100 lebih bus serta ribuan kendaraan lainnya,” ujar Faqih di Surabaya, dikutip dari Antara.
Ia merinci, total jamaah tersebut berasal dari 77.541 warga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur serta kurang lebih 27.000 anggota Muslimat NU.
Untuk mobilisasi massa, para peserta datang menggunakan 1.183 unit bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor.