Overview
Pendaftaran SNBP 2026 resmi dibuka mulai 3 Februari dengan kuota siswa eligible yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah.
Calon peserta wajib mengikuti tahapan pendaftaran SNBP secara daring mulai dari login akun hingga finalisasi dan unduh kartu peserta.
SNBP menjadi jalur masuk PTN tanpa tes tulis yang menilai prestasi akademik dan nonakademik siswa.
SulawesiPos.com – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebagai bagian dari rangkaian SNPMB 2026 resmi dibuka mulai Selasa, 3 Februari.
Jalur ini diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat yang masuk kategori eligible atau berada pada peringkat teratas di sekolah masing-masing.
Jumlah siswa eligible yang dapat mengikuti SNBP ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah.
Sekolah berstatus akreditasi A memperoleh kuota hingga 40 persen, sementara sekolah dengan akreditasi B mendapatkan 25 persen, dan sekolah terakreditasi C sebesar 5 persen dari total siswa kelas akhir.
Melalui ketentuan terbaru, sekolah berhak memperoleh tambahan kuota sebesar 5 persen jika sekolah telah memanfaatkan sistem e-Rapor secara aktif.
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, calon peserta perlu memahami setiap tahapan yang telah ditetapkan panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Pendaftaran SNBP dilakukan secara daring melalui portal resmi SNPMB atau https://portal.snpmb.id/.
Tahap awal yang harus dilakukan siswa adalah masuk ke sistem menggunakan akun SNPMB yang telah didaftarkan dan dipermanenkan sebelumnya.
Akun ini menjadi syarat utama untuk bisa mengakses layanan pendaftaran SNBP.
Setelah berhasil masuk, peserta diminta memilih menu pendaftaran SNBP dan menentukan program studi tujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Siswa perlu mencermati pilihan program studi karena berkaitan dengan minat, prestasi, serta daya tampung masing-masing perguruan tinggi.
Bagi peserta yang memilih program studi tertentu, pengisian portofolio menjadi tahap wajib.
Sementara itu, untuk program studi yang tidak mensyaratkan portofolio, siswa dapat langsung melanjutkan ke tahap berikutnya.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengisi data prestasi akademik maupun nonakademik.
Meski bersifat tidak wajib, pengisian prestasi sangat dianjurkan jika relevan dengan program studi yang dipilih.
Tahap paling krusial dalam pendaftaran SNBP adalah finalisasi data. Pada tahap ini, peserta harus memastikan seluruh informasi yang diinput sudah benar dan sesuai.
Setelah proses finalisasi dilakukan, data tidak dapat diubah kembali dengan alasan apa pun.
Sebagai penutup rangkaian pendaftaran, siswa diwajibkan mengunduh dan menyimpan kartu peserta SNBP sebagai bukti resmi bahwa pendaftaran telah selesai.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang tidak menggunakan ujian tertulis.
Proses seleksi dilakukan dengan melihat rekam jejak prestasi siswa selama menempuh pendidikan di bangku SMA/SMK/MA, baik dari sisi akademik maupun capaian di luar akademik.
Skema seleksi ini mulai diterapkan sejak 2023 sebagai penyempurnaan dari sistem sebelumnya, yakni SNMPTN.
Meskipun sama-sama mengandalkan prestasi siswa, mekanisme SNBP dinilai lebih komprehensif karena cakupan penilaiannya diperluas.
Jika pada sistem lama penerimaan mahasiswa hanya difokuskan pada jenjang sarjana dan sarjana terapan, melalui SNBP peluang juga terbuka bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang diploma.
Dari sisi penilaian, SNBP tidak hanya menitikberatkan pada nilai rapor mata pelajaran tertentu yang berkaitan langsung dengan program studi, tetapi juga mempertimbangkan keseluruhan nilai rapor serta prestasi nonakademik.