Overview
SulawesiPos.com – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) resmi membuka dokumen Jeffrey Epstein untuk publik pada akhir Januari 2026.
Dokumen itu disebut dengan Epstein files yang isinya memicu kehebohan di media dan masyarakat internasional.
Epstein Files merupakan kumpulan dokumen investigasi hukum terkait kasus kriminal Jeffrey Epstein, seorang pemodal asal AS yang terlibat dalam perdagangan seks dan eksploitasi anak di bawah umur.
Dokumen-dokumen tersebut dapat diakses langsung di laman resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Cek selengkapnya di bawah ini!
Untuk mengunduh semua dokumen sekaligus:
Epstein Files mencakup arsip pengadilan, catatan penyelidikan, korespondensi pribadi, dan bukti lain yang dikumpulkan selama proses hukum, yang kemudian dibuka untuk publik.
Dokumen ini meliputi berkas FBI, arsip kejaksaan, email pribadi, log penerbangan, catatan keuangan, foto, hingga pernyataan saksi yang sebelumnya disegel.
Tujuan publikasi ini adalah untuk meningkatkan transparansi publik terhadap salah satu kasus kriminal terbesar dalam sejarah modern AS.
Diketahui, DOJ merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen Epstein Files ke publik.
Meski demikian, beberapa aktivis dan penyintas menilai pengungkapan dokumen ini belum sepenuhnya transparan, sementara pemerintah menegaskan redaksi dilakukan untuk melindungi identitas korban.
Dokumen Epstein menegaskan skandal besar yang telah menjadi sorotan dunia, termasuk pola sistematis perekrutan korban dan jaringan relasi yang luas.
Beberapa skandal utama yang terungkap antara lain:
Dokumen ini juga menunjukkan bagaimana Epstein mempertahankan pengaruhnya bertahun-tahun, meski beberapa kali diselidiki aparat penegak hukum.
Jeffrey Epstein ditemukan duduk di pojok sel penjara Manhattan, kedua tangan menutupi telinga, terlihat putus asa meredam suara toilet yang terus mengalir.
Ia gelisah dan sulit tidur, menurut catatan pengawasan petugas penjara yang baru diperoleh The Associated Press; Epstein menyebut dirinya “pengecut” dan mengeluh kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di balik jeruji.
Ia juga berada di bawah pengawasan psikologis akibat percobaan bunuh diri beberapa hari sebelumnya.
Meski telah menjalani pengawasan perilaku bunuh diri selama 31 jam, Epstein tetap bersikeras tidak ingin mengakhiri hidupnya, dan kepada psikolog penjara ia menyebut hidupnya “indah” dan “sungguh gila” untuk diakhiri.
Jeffrey Epstein akhirnya bunuh diri pada 10 Agustus 2019 pukul 06.30 di Metropolitan Correctional Center, New York. Kejaksaan Agung AS tidak merinci penyebab kematian, meski beberapa media melaporkan ia gantung diri.