Overview
- Januari 2026, DOJ AS merilis dokumen Jeffrey Epstein ke publik.
- Dokumen mengungkap perdagangan seks anak, pesta seksual, dan jaringan relasi luas.
- Berisi catatan hukum, email pribadi, log penerbangan, bukti visual, serta daftar tokoh terkenal.
SulawesiPos.com – Akhir Januari 2026, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) resmi merilis dokumen Jeffrey Epstein ke publik, menimbulkan kehebohan di media dan masyarakat internasional.
Sebelumnya, Epstein diberitakan diduga mengeksploitasi gadis-gadis muda, termasuk anak di bawah umur, melalui rumah-rumah mewah, pesawat pribadinya yang terkenal dengan sebutan “Lolita Express”, dan pulau privat yang dikenal sebagai Epstein Island.
Di lokasi-lokasi tersebut, Epstein diduga menyelenggarakan pesta seksual dengan melibatkan korban muda.
Ia ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks dan konspirasi federal, namun meninggal dunia sebelum kasusnya sempat disidangkan.
Rilis dokumen terbaru ini menimbulkan pertanyaan besar: dokumen Epstein tentang apa sebenarnya?
Dokumen Epstein Tentang Apa?
Epstein Files adalah kumpulan dokumen investigasi hukum terkait kasus kriminal Jeffrey Epstein, seorang pemodal asal Amerika Serikat yang terlibat dalam perdagangan seks dan eksploitasi seksual anak di bawah umur.
Istilah ini merujuk pada arsip pengadilan, catatan penyelidikan, korespondensi pribadi, serta berbagai bukti pendukung lain yang dikumpulkan selama proses hukum dan akhirnya dibuka untuk publik.
Dokumen mencakup berkas penyelidikan FBI, arsip kejaksaan, email pribadi, log penerbangan, catatan keuangan, foto, hingga pernyataan saksi yang sebelumnya disegel.
Tujuan publikasi dokumen adalah meningkatkan transparansi publik terhadap salah satu kasus kriminal paling besar dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Pada akhir Januari 2026, DOJ merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen Epstein Files ke publik.
Meski demikian, sejumlah aktivis dan penyintas menilai pengungkapan ini masih belum sepenuhnya transparan, sementara pemerintah menegaskan bahwa redaksi dilakukan demi melindungi identitas korban.
Isi dokumen Epstein mencakup:
- Catatan hukum dari proses pidana dan gugatan perdata
- Email dan korespondensi pribadi dengan individu berpengaruh
- Daftar kontak dan jadwal pertemuan
- Log penerbangan pesawat pribadi Epstein
- Laporan saksi dan korban
- Foto serta bukti visual hasil investigasi
Link Dokumen Eipstein Resmi dari DOJ
Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen Epstein di laman resminya.
KLIK DI SINI UNTUK MEMBUKA
5 Dosa Epstein yang Terungkap dalam Dokumen
Dokumen Epstein menegaskan kembali skandal besar yang selama ini menjadi sorotan dunia internasional, termasuk pola sistematis perekrutan korban dan jaringan relasi yang luas.
Beberapa skandal utama yang tercantum antara lain:
- Perdagangan seks anak di bawah umur dengan modus perekrutan terorganisir
- Penyediaan korban untuk tamu elit di berbagai properti Epstein
- Penggunaan pesawat pribadi dan pulau privat sebagai lokasi kejahatan
- Upaya membungkam korban melalui tekanan hukum dan finansial
- Dugaan perlindungan hukum khusus yang memperlambat proses keadilan
Dokumen juga menunjukkan bagaimana Epstein mampu mempertahankan pengaruhnya selama bertahun-tahun meskipun beberapa kali diselidiki aparat penegak hukum.
Daftar Nama Tokoh yang Terlibat dalam Dokumen Epstein
Terdapat sejumlah tokoh penting mulai dariDonald Trump, Elon Musk, hingga Bill Gates yang tercatat dalam dokumen, sebagaimana dilansir The Associated Press, Selasa (3/2/2026):
- Andrew Mountbatten-Windson: Pangeran Andrew muncul ratusan kali dalam dokumen Epstein, termasuk email dan foto yang kontroversial, namun membantah tuduhan pelecehan; gelar kerajaannya dicabut oleh Raja Charles III.
- Sarah Ferguson: Duchess of York sempat meminta saran kepada Epstein terkait wawancara media, meski sebelumnya telah meminta maaf atas hubungannya dengan Epstein, dan menegaskan tidak akan lagi berurusan dengannya.
- Elon Musk: Muncul beberapa kali dalam email terkait rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein, yang dibantahnya terjadi, dan menegaskan telah menolak ajakan Epstein.
- Richard Branson: Pendiri Virgin Group bertukar email dengan Epstein, termasuk undangan ke pulau pribadinya, namun menegaskan interaksi tersebut terbatas pada konteks bisnis dan menghentikan kontak setelah tuduhan serius muncul.
- Donald Trump: Dokumen mencakup ribuan referensi tentang Trump, sebagian besar berupa gosip atau artikel berita, dan FBI menyebut ratusan panggilan terkait Trump “tidak kredibel”.
- Bill Clinton: Clinton terlibat dalam kegiatan sosial dengan Epstein lebih dari dua dekade lalu, namun membantah mengetahui kejahatan Epstein, dan tidak ada korban yang menuduhnya terlibat.
- Steven Tisch: Pemilik New York Giants ditawari Epstein untuk dikenalkan dengan perempuan dewasa, namun membantah pergi ke pulau Karibia, dan menyesali asosiasi singkatnya dengan Epstein.
- Brett Ratner: Sutradara ini muncul dalam foto bersama Epstein, Brunel, dan perempuan muda; perusahaan filmnya belum menanggapi permintaan komentar.
- Casey Wasserman: Presiden komite Olimpiade 2028 bertukar email genit dengan Ghislaine Maxwell pada 2003, namun menegaskan tidak memiliki hubungan pribadi atau bisnis dengan Epstein.
- Ehud Barak: Mantan perdana menteri Israel tetap berkomunikasi dengan Epstein untuk urusan sosial dan kunjungan ke rumahnya di New York, namun membantah menyaksikan perilaku tidak pantas.
- Larry Summers: Mantan Menteri Keuangan AS dan mantan presiden Harvard tercatat menghadiri pertemuan dan makan malam dengan Epstein, yang ia sebut sebagai “kesalahan besar dalam penilaian”.
- Howard Lutnick: Menteri Perdagangan AS mengunjungi pulau pribadi Epstein bersama keluarga, meski sebelumnya menyebut Epstein “menjijikkan”; ia menekankan interaksi terbatas dan tidak ada tuduhan kesalahan.
- Sergey Brin: Pendiri Google diundang Epstein dan Maxwell untuk makan malam dan pemutaran film, tercatat terlibat secara sosial sebelum tuduhan seksual muncul.
- Steve Bannon: Mantan penasihat Trump bertukar ratusan pesan dengan Epstein terkait politik dan dokumenter, dan belum menanggapi permintaan komentar.
- Miroslav Lajcak: Penasihat keamanan nasional Slovakia mengundurkan diri setelah komunikasi dengan Epstein muncul, menegaskan interaksi terkait tugas diplomatik.
- Mette-Marit: Putri Mahkota Norwegia menyatakan menyesal atas kontaknya dengan Epstein dan menyebutnya sebagai penilaian buruk.
- Bill Gates: Epstein menuduh Gates terlibat perselingkuhan, yang dibantah Gates Foundation sebagai “sepenuhnya tidak benar”.
Epstein Mengakhiri Hidup saat Menunggu Putusan Hukum
Jeffrey Epstein ditemukan duduk di pojok sel penjara Manhattan, kedua tangannya menutupi telinga, tampak putus asa meredam suara toilet yang tidak berhenti mengalir.
Ia gelisah dan sulit tidur, menurut catatan pengamatan petugas penjara yang baru diperoleh The Associated Press; ia menyebut dirinya “pengecut” dan mengeluh kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di balik jeruji.
Sementara itu, ia juga berada dalam pengawasan psikologis akibat percobaan bunuh diri beberapa hari sebelumnya.
Meski menjalani pengawasan perilaku bunuh diri selama 31 jam, Epstein bersikeras tidak ingin mengakhiri hidupnya, dan kepada psikolog penjara menyebut hidupnya “indah” dan “sungguh gila” untuk diakhiri.
Jeffrey Epstein akhirnya bunuh diri pada 10 Agustus 2019 pukul 06.30 di Metropolitan Correctional Center, New York; Kejaksaan Agung AS tidak menjelaskan penyebab kematian, meski beberapa media melaporkan ia gantung diri.