Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo jadi tokoh utama PSI
Overview
SulawesiPos.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka berada di sisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan hal ini disebut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno sebagai bentuk kapitalisasi Jokowi.
Adi menilai langkah Jokowi memiliki sisi positif sekaligus risiko.
PSI perlu mengurangi resistensi terhadap Jokowi sekaligus menonjolkan aspek positif dari figur mantan presiden itu.
Secara strategis, keberhasilan PSI menggaet suara pemilih akan sangat bergantung pada pendekatan langsung ke masyarakat di tingkat bawah, bukan hanya melalui wacana di permukaan.
“Selama ini PSI itu identik dengan pemilih kota. PR terbesarnya itu, bagaimana PSI penetrasi ke pemilih di desa yang jumlahnya sangat mayoritas,” ujar Adi kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).
Adi menambahkan, pada Pemilu 2024 PSI sebenarnya sudah mulai mengkapitalisasi Jokowi, misalnya melalui atribut kampanye yang menampilkan foto Jokowi dengan tagline ‘PSI Partai Jokowi’.
Namun, menurutnya, upaya PSI kala itu masih terbatas dan terkesan malu-malu, sehingga partai gagal lolos ke parlemen.
“Yang jelas, ini pertaruhan politik Jokowi. Kalau PSI lolos parlemen, Jokowi bakal disanjung puji dan pasti disebut masih sakti. Sebaliknya, jika PSI tak lolos parlemen, maka Jokowi bakal banyak dikritik karena sudah tak sakti lagi,” pungkas Adi.