Overview
SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan berbagai capaian strategis sektor pertanian nasional dalam acara Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dalam pidatonya, Amran menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan anggaran pertanian yang disebutnya tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Terima kasih atas petani Indonesia, ada anggaran kurang lebih tahun ini Rp40 triliun dan itu rasanya tertinggi sepanjang sejarah, insyaallah kembali nanti. Yang tahun lalu saja naiknya Rp14 triliun tapi hasilnya naik Rp400 triliun,” ujar Amran.
Ia mengungkapkan, peningkatan anggaran tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja sektor pertanian dan perdagangan, termasuk lonjakan ekspor nasional.
“Ekspor kita naik 33%, Rp629 triliun ekspor kita, impor kita turun Rp321 triliun, ini berkat tim semua terutama Pak Mensesneg, Pak Seskab, atas regulasi yang diberikan,” lanjutnya.
Amran juga menyoroti percepatan regulasi pupuk yang dinilai memberikan dampak langsung bagi petani di lapangan.
“Regulasi pupuk saja ini terbit satu hari, turun harga pupuk 20%,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan volume distribusi pupuk dan pembangunan infrastruktur industri tanpa membebani anggaran negara.
“Turun 20%, naik volumenya 700% dan membangun pabrik tujuh tanpa membebani pemerintah. Insyaallah lima (pabrik) kita resmikan sebelum 2029,” ucap Amran.
Di sisi produksi, Mentan menyebut capaian beras nasional telah mencapai 34 juta ton, disertai dengan kemajuan signifikan di sektor komoditas lainnya.
“Ada beberapa poin kami sampaikan, produksi kita 34 juta ton, rencana tahun ini ada PTP 50 persen tebu di Jawa Timur, kita tidak impor gula putih tahun ini,” jelasnya.
Amran juga menyampaikan optimisme terkait ekspor beras, yang disebut berpotensi menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia.
“Tapi beras, kalau bisa yang penting Bulog izinnya dan serapannya sama saja. 2025 itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia,” ujarnya.
Terkait cadangan pangan, Amran menyebut stok beras pemerintah berada pada level yang sangat kuat.
“Stok kita 3,2 juta ton, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di (tahun) 84 dari FAO itu stoknya hanya 2 juta ton, kita sekarang 4 juta ton pernah diraih dan akhir tahun 3,2 juta ton,” kata Amran.
Ia menambahkan, konsumsi beras di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Tapi di Horeka tertinggi sepanjang sejarah juga, di hotel, rumah-rumah, restoran itu 12 juta ton, naik 49 persen,” ujarnya.
Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) dan kinerja ekspor pertanian turut mencatatkan rekor baru.
“NTP kita 125, ini juga tertinggi. Ekspor kita naik, naik 33 persen, nilainya Rp158 triliun selisihnya,” kata Amran.
Menutup pidatonya, Menteri Pertanian menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh terhadap petani Indonesia.
“Sekali lagi Swasembada ini adalah kerja terbaik kabinet merah putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya. (tar)