Categories: News

Viral Lexus RI 25 Terobos Antrean Tol, Diduga Milik Menteri Kebudayaan

Video yang viral di media sosial menampilkan mobil Lexus berpelat RI 25 menyerobot antrean di gerbang tol Cilandak.

Dalam unggahan video berdurasi singkat, terlihat Lexus RI 25 berwarna putih dengan angka 10 menghalangi mobil lain di belakangnya.

“Macet pak, iya, iya, iya, RI 25 tuh apa sih?,” ucap orang dalam video beredar, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Narasi dalam video yang beredar mengungkapkan mobil Lexus RI 25 tersebut didufa milik Menteri Kebudayaan yang artinya saat ini dijabat oleh Dr Fadli Zon, M.Sc.

“Lokasi gerbang tol Cilandak. Diduga mobil milik menteri kebudayaan main potong pemobil lain,” demikian keterangan tertulis pada video.

Hingga kini, identitas pengguna Lexus RI 25 belum dipastikan, dan polisi masih menunggu klarifikasi dari instansi terkait.

Kepolisian Tunggu Konfirmasi Instansi

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dono Vernandie mengatakan, pihaknya sedang menunggu konfirmasi dari instansi terkait mengenai kebenaran identitas pemilik Lexus RI 25.

“Untuk peristiwa tersebut kita masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait benar tidaknya kendaraan tersebut itu milik atau dikuasai instansi tersebut,” kata Dhanar dikutip dari Antara.

Dhanar menegaskan bahwa di gardu tol Cilandak Utama 2 tidak ada transaksi pembayaran tol meski gerbangnya masih ada, dan pihaknya sedang memastikan penggunaan pelat RI 25 pada Lexus LM5000h.

“Dengan demikian melihat situasi yang sekarang, maka kendaraan yang keluar dari Tol Depok-Antasari sudah ada lajur ketika melintas gardu tol tersebut, dengan demikian perilaku pengemudi adalah tidak tertib,” ujar Dhanar.

Secara teknis, tidak ada aturan tertulis khusus soal etika antre di gerbang tol, namun pedoman Highway Code Dinas Perhubungan mengatur pengemudi harus menunggu kesempatan masuk jalan tol dengan aman.

“Tunggu kesempatan masuk, kemudian naikkan kecepatan Anda sepanjang jalan penggabung, sehingga Anda bergabung dengan lalu lintas yang ada sesuai dengan kecepatan mereka. Jika tidak ada kesempatan muncul, Anda harus menunggu di jalan penggabung sampai ada kesempatan,” bunyi penjelasan pedoman tersebut. (tar)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: kementerian kebudayaan ri 25 ri 25 serobot