Sekitar 430 jemaah umrah asal Sulsel berpotensi terdampak penundaan penerbangan ke Arab Saudi akibat eskalasi konflik dan gangguan bandara.
SulawesiPos.com – Sekitar 430 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) berpotensi terdampak penundaan keberangkatan ke Tanah Suci menyusul eskalasi konflik dan gangguan penerbangan di Arab Saudi.
Penundaan dilakukan untuk mengantisipasi risiko keamanan di tengah serangan terhadap fasilitas penerbangan di negara tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan jumlah jemaah yang terdampak belum dapat dipastikan.
Namun, satu jadwal penerbangan umrah dari Makassar biasanya menampung sekitar 430 penumpang.
“Dalam seminggu ada empat kali, empat kali pemberangkatan, ya. Dalam satu pemberangkatan menampung 430 seat. Nah, kemungkinan jemaah kita yang terdampak ini sekitar 430 seat,” kata Ikbal, dilansir Selasa (13/10/2026).
Informasi penundaan diterima setelah pihaknya memperoleh laporan dari bandara dan melakukan pengecekan lebih lanjut.
Keberangkatan jemaah untuk sementara ditunda hingga kondisi keamanan memungkinkan perjalanan dilanjutkan.
“Pemberangkatan tadi sampai saat ini masih tertunda sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.
Ikbal menjelaskan, penerbangan langsung dari Makassar menuju Jeddah saat ini terisi penuh.
Kondisi tersebut membuat penjadwalan ulang keberangkatan perlu dikoordinasikan dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan umrah.
“Karena kita ketahui bersama bahwa penerbangan direct dari Makassar langsung ke Jeddah itu full-full sampai saat ini,” ucapnya.
Dampak penundaan tidak hanya dirasakan calon jemaah yang hendak berangkat ke Tanah Suci.
Jemaah yang telah menyelesaikan ibadah umrah juga berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan.
Kemenhaj Sulsel menyatakan akan memfasilitasi jemaah yang terdampak penundaan dan berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengatur jadwal keberangkatan berikutnya.
Ikbal mengatakan, perjalanan akan diupayakan kembali setelah situasi keamanan di Arab Saudi membaik.
“Intinya kami akan memfasilitasi jemaah-jemaah yang tertunda ini dan menyampaikan ke PPIU-nya untuk memberangkatkan selanjutnya apabila eskalasi politik di Saudi sudah menurun,” katanya.
Penundaan penerbangan tersebut terjadi di tengah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Serangan itu dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang.
Oleh karena itu, bandara dihentikan sementara hingga 15 Oktober 2026.