Kualitas udara Makassar dan sekitarnya masuk kategori tidak sehat pada Sabtu (10/10/2026). (Dok. Ayi/SulawesiPos.com)
SulawesiPos.com – Masyarakat di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat.
BMKG memprediksi kondisi kualitas udara di Sulawesi Selatan (Sulsel) bertahan pada kategori sedang hingga tidak sehat sampai 13 Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama pada pagi hingga siang hari.
Imbauan itu juga mempertimbangkan musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Sulsel.
“Jadi untuk tiga hari ke depan diprediksi hingga tanggal 13 Oktober kualitas udara diprediksi sedang hingga tidak sehat di wilayah Sulsel. Khususnya kondisi ini perlu diperhatikan pada pagi hari hingga siang hari,” ujar Amhar kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan pemantauan di Stasiun Klimatologi Maros pada 10 Oktober 2026, kualitas udara di Maros dan wilayah sekitarnya masih berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi serupa juga menjadi perhatian di Makassar, Gowa, dan daerah sekitarnya.
Amhar mengatakan, kualitas udara yang buruk berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap polusi udara.
“Artinya kondisi ini dapat berpengaruh pada masyarakat umum khususnya orang-orang yang sensitif terhadap kondisi udara buruk,” katanya.
Oleh karena itu, masyarakat diminta menggunakan masker ketika keluar rumah serta menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau.
BMKG juga menyoroti angin yang cukup kencang dan belum turunnya hujan di Makassar dan sekitarnya sebagai kondisi yang perlu diperhatikan.
BMKG mengaitkan memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Sulsel dengan dugaan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Meski demikian, kondisi partikel yang terpantau saat ini juga diperkirakan berkaitan dengan sisa kejadian kebakaran pada hari-hari sebelumnya.
Amhar menjelaskan, hasil pemantauan terakhir menunjukkan kondisi di Papua dan Maluku mulai membaik.
Namun, partikel sisa kebakaran masih berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah lain.
“Sebenarnya ini partikel yang tersisa dari kejadian atau hari-hari sebelumnya,” lanjutnya.
Selain dugaan kiriman asap dari luar daerah, kebakaran lahan juga masih terpantau terjadi di sejumlah kabupaten di Sulawesi.
Kondisi tersebut diduga turut berkontribusi terhadap keberadaan asap di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara selama beberapa hari ke depan, khususnya pada pagi hingga siang hari, serta mengikuti anjuran kesehatan untuk mengurangi paparan polusi.