Fadil Imran, Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ)
SulawesiPos.com – Komjen (Pur) Fadil Imran resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Jabatan itu menjadi babak baru perjalanan Fadil yang sebelumnya menempuh karier panjang di bidang reserse, memimpin dua kepolisian daerah, menjabat Kabaharkam Polri, dan memimpin organisasi bulu tangkis nasional.
Fadil dilantik bersama sejumlah menteri dan pejabat negara lain setelah memasuki masa purnatugas dari Polri pada akhir Agustus 2026. Sebelum ditunjuk ke BOPPJ, ia tercatat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.
Dengan jabatan barunya, Fadil Imran akan mendampingi Kepala BOPPJ Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan Ashaf MPA MBA yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
BPPOJ adalah lembaga yang bertugas melaksanakan koordinasi, perencanaan, pembangunan, dan pengembangan wilayah Pantai Utara Jawa, terutama untuk mengawal megaproyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Fadil Imran lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 14 Agustus 1968.
Ia dikenal sebagai putra daerah Sulawesi Selatan dengan latar keluarga yang dalam sejumlah profil media disebut memiliki hubungan keturunan dengan Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tumapa’risi’ Kallona.
Profil publik juga menyebut Fadil berdarah Bontonompo, Gowa, dan Takalar. Informasi tentang masa kecilnya tidak banyak dipublikasikan, sedangkan rekam jejak yang paling terdokumentasi berada pada pendidikan dan perjalanan kariernya di kepolisian.
Fadil Imran adalah kakak dari Bupati Gowa Husniah Talenrang. Belum lama ini, Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kortas Tipidkor Polri.
Fadil Imran juga kakak dari Bupati Takalar Firdaus Dg Manye.Fadil
Fadil menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1991. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri, serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi.
Latar pendidikannya memperkuat keahlian Fadil di bidang reserse. Ia memulai karier kepemimpinan di Korps Bhayangkara sebagai Wakasat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat, kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Metro Cengkareng pada 1999 dan Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2002.
Pada 2008, Fadil menjabat Kasat III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Kapolres KP3 Tanjung Priok. Setahun kemudian, ia ditugaskan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kariernya berlanjut di Bareskrim Polri sebagai Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Umum pada 2011. Pada tahun yang sama, Fadil dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau.
Pada 2013, ia menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat. Dua tahun kemudian, Fadil menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Umum Bareskrim Polri.
Fadil kemudian menduduki posisi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 2016. Ia juga pernah menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri dan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Pengalaman Fadil di bidang reserse tercermin dari sejumlah kasus besar yang pernah ditangani sepanjang kariernya.
Ia tercatat terlibat dalam penangkapan tersangka kasus mutilasi Ryan Jombang pada 2008, penangkapan Baekuni alias Babe pada 2010, serta penangkapan Hercules dan John Kei pada 2013.
Saat berada di jajaran Polda Metro Jaya, Fadil juga menangani kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn pada 2016.
Dalam perkara kebakaran hutan, ia tercatat menangani kasus yang menjerat 325 tersangka dan 85 perusahaan terkait kebakaran lahan seluas 7.264 hektare.
Ketika menjabat Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Fadil ikut membongkar sindikat Saracen pada 2017 dan menangani jaringan Muslim Cyber Army pada 2018.
Pada 2020, Fadil diangkat sebagai Kapolda Jawa Timur. Tidak lama kemudian, ia dipindahkan ke Jakarta dan dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya pada November 2020.
Salah satu pengalaman menarik selama memimpin Polda Jawa Timur adalah inisiasinya terhadap program Kampung Tangguh Semeru untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Program tersebut menyasar 1.559 kampung di Jawa Timur dan dibangun melalui kolaborasi dengan Pangdam V/Brawijaya serta sejumlah pihak lain.
Model Kampung Tangguh Semeru kemudian diadopsi menjadi program nasional bernama Kampung Tangguh Nusantara. Di Jakarta, program tersebut dikembangkan dengan nama Kampung Tangguh Jaya.
Program itu mengandalkan tiga langkah penanganan, yakni tracing atau pelacakan, testing atau pengetesan, dan treatment atau penanganan.
Fadil pernah menuliskan bahwa program tersebut mendapat sambutan dari Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI hingga kemudian dikembangkan secara nasional.
Pengalaman lain yang banyak mendapat perhatian terjadi ketika Fadil menjabat Kapolda Metro Jaya. Ia pernah dimintai keterangan Komnas HAM terkait kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam.
Fadil kemudian dipromosikan menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri atau Kabaharkam pada 2023. Ia menggantikan Komjen Arief Sulistyanto yang memasuki masa pensiun.
Pada 2025, Fadil ditugaskan sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Ia kemudian memasuki masa pensiun sebelum dilantik menjadi Wakil Kepala BOPPJ.
Di luar kepolisian, Fadil Imran membangun pengalaman organisasi melalui Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Ia sebelumnya tercatat sebagai Sekretaris Jenderal PBSI dan pernah menjadi Wakil Presiden Badminton Asia Confederation periode 2023–2027.
Pada Musyawarah Nasional PBSI 2024 di Surabaya, Fadil ditetapkan sebagai Ketua Umum PBSI masa bakti 2024–2028. Ia menjadi calon tunggal yang mendapat dukungan pengurus provinsi PBSI.
Fadil juga pernah masuk dalam tim ad hoc PBSI untuk Olimpiade 2024. Peran tersebut memperluas pengalamannya dari manajemen keamanan dan kepolisian ke pengelolaan organisasi olahraga serta pembinaan prestasi atlet.
Dalam profil lembaga yang dikutip media, Fadil juga tercatat sebagai komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Setelah dilantik sebagai Wakil Kepala BOPPJ, Fadil membawa pengalaman dari penegakan hukum, kepemimpinan kewilayahan, manajemen keamanan, organisasi olahraga, dan tugas strategis di tingkat nasional.
• Nama: Mohammad Fadil Imran.
• Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 14 Agustus 1968.
• Pangkat terakhir: Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.
• Status: Purnawirawan Polri.
• Jabatan terbaru: Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
• Mulai dilantik: 1 Oktober 2026.
• Pendidikan: Akademi Kepolisian 1991, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Sespim Polri, dan Sespimti Polri.
• Keahlian: Reserse dan manajemen kepolisian.
• Jabatan penting di Polri: Kapolres KP3 Tanjung Priok, Kapolres Metro Jakarta Barat, Dirreskrimum Polda Kepri, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Kapolda Jawa Timur, Kapolda Metro Jaya, Kabaharkam Polri, dan Astamaops Kapolri.
• Jabatan di luar Polri: Ketua Umum PBSI periode 2024–2028 dan komisaris MIND ID yang tercatat dalam profil lembaga.
• Pengalaman kasus: Ryan Jombang, Baekuni alias Babe, Hercules dan John Kei, pembajakan Warkop DKI Reborn, kebakaran hutan, Saracen, dan Muslim Cyber Army.
• Program yang diinisiasi: Kampung Tangguh Semeru di Jawa Timur yang kemudian diadopsi menjadi Kampung Tangguh Nusantara.
• Latar keluarga: Dalam sejumlah profil media disebut keturunan Raja Gowa ke-9 dan berdarah Bontonompo, Gowa, serta Takalar.
• Keluarga: Menikah dengan Ina Adiati dan memiliki dua anak, Wulan Purnamasari dan Farah Puteri Nahila, menurut profil media.
• Pengalaman menarik: memimpin penanganan Covid-19 melalui Kampung Tangguh, memimpin Polda Metro Jaya, serta beralih dari puncak karier kepolisian ke kepemimpinan PBSI dan jabatan di BOPPJ.*