SMKN 6 Makassar siap melaksakan pemilihan ketua osis serentak besok 30 September
SulawesiPos.com – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pilketos tingkat SMA/SMK sederajat se-Sulawesi Selatan digelar serentak besok, Rabu (30/9/2026).
Di SMKN 6 Makassar, persiapan pemilihan telah memasuki tahap akhir. Sekolah tersebut memastikan seluruh tahapan Pilketos berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk pemungutan suara secara elektronik atau e-voting.
Wakil Kepala SMKN 6 Makassar Bidang Kesiswaan, Mahmud Kotta, S.Pd, mengatakan sekolahnya telah menyelesaikan 10 dari total 12 tahapan Pilketos.
“Pokoknya untuk SMK 6 ini kita sudah siap 100% untuk ikut Pilketos besok,” kata Mahmud saat ditemui SulawesiPos.com, Selasa (29/9/2026).
Tahapan yang telah dilalui meliputi pembentukan panitia, penentuan persyaratan calon, pengumpulan administrasi, pendaftaran kandidat, pengundian nomor urut, penyampaian visi dan misi, hingga debat kandidat.
Sekolah juga telah memasuki masa tenang. Sebelum pemungutan suara, simulasi penggunaan aplikasi dilakukan untuk memastikan sistem yang digunakan dapat berjalan.
Untuk pemungutan suara, SMKN 6 Makassar menggunakan aplikasi Pilketos Sulselprov yang disiapkan dalam pelaksanaan Pilketos serentak. Data pemilih terlebih dahulu dimasukkan ke dalam sistem.
“Sehingga besok saat mereka melakukan pemilihan mereka tinggal mengklik NIS-nya, memasukkan NIS-nya dan memasukkan password-nya sehingga mereka bisa langsung memilih pilihan mereka yang ada di belakang saya ini,” ujar Mahmud.
Sebanyak tiga pasangan kandidat mengikuti Pilketos di SMKN 6 Makassar. Sementara jumlah siswa yang akan menggunakan hak pilih mencapai lebih dari 1.000 orang.
Mahmud mengatakan, sekitar 773 siswa kelas 10 dan 11 akan mengikuti pemungutan suara dari lingkungan sekolah.
Sementara siswa kelas 12 yang sedang menjalani praktik industri tetap diberikan kesempatan memilih secara daring.
“Untuk Pilketos kali ini, untuk di dalam lingkungan sekolah yang akan e-voting besok itu meliputi kelas 10 dan kelas 11 itu jumlahnya 773,” katanya.
Sementara itu, siswa kelas 12 akan menerima tautan pemungutan suara sehingga tetap dapat menggunakan hak pilih dari lokasi praktik industri tanpa mengganggu aktivitas mereka.
“Jumlahnya sekitar 300-an lebih. Karena jumlah siswa kita di sini kan 1.263 untuk SMK 6,” ujarnya.
Pelaksanaan Pilketos tahun ini menjadi pengalaman berbeda bagi SMKN 6 Makassar dibandingkan tahun sebelumnya.
Mahmud mengatakan, sekolah belum mengikuti seluruh rangkaian pemilihan secara penuh pada pelaksanaan sebelumnya, meski tetap mengikuti tata urutan dan agenda yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Tahun ini, sekolah mengikuti pelaksanaan secara penuh, termasuk pemungutan suara menggunakan sistem yang telah disiapkan.
Menurut Mahmud, pelaksanaan Pilketos menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal proses demokrasi sejak berada di lingkungan sekolah.
“Yang sebenarnya yang kita mau tanamkan kepada mereka adalah mengedukasi tentang cara berdemokrasi, cara menyampaikan aspirasi mereka kepada pilihan mereka,” katanya.
Ia menyebut, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran awal bagi siswa sebelum nantinya mereka memiliki hak pilih dalam Pemilu maupun Pilkada.
Informasi dan edukasi mengenai mekanisme demokrasi disampaikan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Sementara itu, KPU Kota Makassar maupun KPU Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Pilketos.
Melalui pemilihan serentak ini, sekolah berharap siswa memahami cara menentukan pilihan, serta mengenal tahapan demokrasi dan menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
“Harapan saya sebagai pembina bahwa melalui kegiatan ini siswa belajar tentang berdemokrasi dan menyampaikan aspirasi mereka secara runtut,” pungkas Mahmud.