Categories: Makassar

Hadiri Pelatihan Sekolah Rakyat di Makassar, Gus Ipul Minta 7.000 Tendik yang Lolos Berkomitmen

SulawesiPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta lebih dari 7.000 tenaga kependidikan (tendik) yang baru lolos seleksi Sekolah Rakyat agar tetap berkomitmen meski ditempatkan di daerah yang jauh. Hal itu disampaikan dalam Pelatihan Pengasuhan bagi Wali Asuh dan Pelatihan Pengelolaan Asrama bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan di Makassar.

“Kita gak bisa maksa, tapi kita beritahu dari awal bahwa kalau nanti misalnya lolos seleksi, mereka menandatangani beberapa komitmen kan untuk siap ditempatkan dimanapun dan seterusnya itu,” kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Jumat (25/9/2026).

Gus Ipul mengungkapkan, pada tahap awal perekrutan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat, banyak tenaga yang memilih mundur setelah dinyatakan lolos seleksi.

Meski tidak menyebutkan jumlahnya, Saifullah Yusuf mengatakan pengunduran diri tersebut membuat sistem rekrutmen harus diperketat.

Ia menyebut banyak tenaga kependidikan tidak ingin ditempatkan di daerah yang telah ditentukan.

Rekrutmen tersebut mencakup posisi guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, hingga wali asrama dan wali asuh.

“Jadi tentu diharapkan tidak ada yang mundur karena sebelum mereka mengikuti proses seleksi sudah tahu konsekuensi-konsekuensinya. maka saya terus terang prihatin kalau ada yang mundur itu, sebelumnya dia sudah komitmen,” ujarnya.

Tendik da Pengasuh di Sekolah Rakyat Masih Terbatas

Gus Ipul mengatakan tenaga pendidik dan pengasuh di Sekolah Rakyat secara umum masih terbatas.

Karena itu, Kemensos melakukan pemenuhan personel melalui seleksi yang ketat.

“Ya memang secara umum masih kurang, tetapi setidaknya sekarang di setiap sekolah sudah ada wali asuh dan wali asrama. Ada yang cukup, ada yang kurang. Nah, tahun ini kita menambah lebih dari 7.000 yang sudah ditetapkan lolos seleksi,” katanya.

Ia mengatakan seluruh tenaga pendidik yang telah lolos seleksi akan ditempatkan di berbagai daerah.

Namun, sebelum bertugas, mereka akan menjalani program pelatihan intensif.

Pelatihan tersebut terutama mencakup pendalaman manajemen sekolah bersama atau boarding school serta pola pengasuhan anak.

Tenaga pendidik juga akan menerapkan pola pengasuhan ekstra, mengingat sejumlah anak di Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam.

“Siswa-siswa yang didampingi ini istimewa dengan latar belakang beragam, bahkan ada di antaranya korban kekerasan seksual. Ada juga yang memerlukan rehabilitasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Sembilan Sekolah Rakyat Tahap II di Sulsel

  1. Kota Makassar: Kawasan GOR Sudiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
  2. Kabupaten Tana Toraja: Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.
  3. Kabupaten Sidrap: Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap.
  4. Kabupaten Soppeng: Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
  5. Kabupaten Wajo: Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
  6. Kabupaten Barru: Jl Poros Barru-Parepare, Dusun Lawallu, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
  7. Kabupaten Bone: Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
  8. Kabupaten Sinjai: Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.
  9. Kabupaten Takalar: Pa’rappunganta, Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Gus Ipul Menteri Sosial penetapan tendik sekolah rakyat Sekolah rakyat