Enam pemuda di Makassar ditangkap polisi saat sedang live TikTok karena diduga melakukan penculikan dan pengeroyokan kepada remaja 17 tahun. Foto: Istimewa.
SulawesiPos.com – Siaran langsung di TikTok yang dilakukan sejumlah pemuda di Makassar berakhir dengan kedatangan polisi. Enam pemuda yang tengah melakukan live tersebut diamankan karena diduga berkaitan dengan kasus penculikan dan pengeroyokan seorang pelajar berusia 17 tahun.
Mereka ditangkap Unit URC Jatanras Polrestabes Makassar di kawasan Jalan Dg Hayo, Kecamatan Manggala, pada Rabu (23/9/2026) malam.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, mengatakan penyidik masih memeriksa keterlibatan masing-masing pemuda dalam kasus tersebut.
“Masih kita dalami perannya masing-masing. Tapi salah satu dari pelaku yang ditangkap perannya jelas, dia menganiaya dengan cara menculik korban dan menusuk korban pakai panah yang ditancapkan di bagian punggung dan kaki,” kata Sangkala, Kamis (24/9/2026).
Keenam pemuda yang diamankan diketahui berusia 17 hingga 19 tahun.
Polisi menduga mereka merupakan bagian dari kelompok geng motor bernama Wanser.
Kasus yang menyeret mereka terjadi lebih dari sepekan sebelumnya.
Seorang pelajar berusia 17 tahun menjadi korban penculikan dan penganiayaan pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Saat itu, korban tengah dibonceng temannya melintas di Jalan Ratulangi, Makassar.
Ia kemudian diduga berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor.
Kelompok tersebut diduga mengikuti korban sebelum membawanya secara paksa menggunakan sepeda motor ke arah Antang.
Korban sempat mencoba melepaskan diri ketika berada di Jalan Boulevard.
Ia melompat dari sepeda motor yang ditumpanginya dengan harapan dapat melarikan diri.
Namun, korban kembali didatangi dan diduga dianiaya.
Polisi menyebut korban mengalami penganiayaan menggunakan sejumlah benda, termasuk parang dan busur.
Salah satu pelaku diduga menusukkan anak panah ke bagian punggung dan kaki korban.
Pelaku lainnya diduga menggunakan parang dalam aksi tersebut.
Korban yang terluka akhirnya berhasil kabur dan mencari tempat aman dengan masuk ke sebuah minimarket.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada polisi dan ditindaklanjuti melalui penyelidikan Unit URC Jatanras Polrestabes Makassar.
Dari penyelidikan tersebut, polisi mengamankan enam pemuda yang diduga berkaitan dengan aksi pengeroyokan tersebut. Penangkapan dilakukan saat mereka sedang melakukan live TikTok.
Selain menangkap keenam pemuda, polisi juga menyita sejumlah telepon seluler yang diduga berkaitan dengan perkara.
Saat ini, seluruh terduga pelaku telah dibawa ke Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Polisi masih menelusuri peran masing-masing serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.