Categories: Makassar

Harga Cabai Makassar Tembus Rp85 Ribu, Pedagang Sebut Pasokan Petani Berkurang

SulawesiPos.com – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan hingga Rp85.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi di tengah berkurangnya pasokan cabai dari petani akibat kondisi cuaca dan kekeringan.

Pedagang di Pasar Terong, Murni, mengatakan harga cabai mulai mengalami kenaikan sejak sekitar tiga hari terakhir. Sebelumnya, cabai merah masih dijual di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Kini, harga cabai merah tanpa tangkai mencapai Rp85.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar dijual Rp38.000 per kilogram dan cabai hijau Rp35.000 per kilogram.

“85 ini (cabai merah) yang bersih, 75 yang (ada) tangkai, lombok besar 38, yang hijau 35,” ujar Murni kepada SulawesiPos.com, Kamis (24/9/2026).

Menurut Murni, kenaikan harga tersebut terjadi karena pasokan dari petani berkurang. Kondisi itu turut membuat harga cabai yang masuk ke pasar mengalami peningkatan.

“Dari petani itu agak mahal karena katanya dia panen baru tanam kembali,” kata Murni.

Meski harga naik cukup tinggi, Murni menyebut kondisi penjualan di lapaknya masih berjalan normal. Jumlah pembeli juga tidak mengalami penurunan signifikan.

“Malahan lancar juga pembeli,” ucapnya.

Namun, kenaikan harga membuat jumlah cabai yang dibeli konsumen menjadi lebih sedikit dibandingkan saat harga masih murah.

“Kalau lombok (cabai) murah, dia (pembeli) beli banyak. Sekarang beli mahal untuk sedikit lombok,” imbuh dia.

TPID Temukan Harga Cabai Naik hingga Rp85 Ribu

Kenaikan harga cabai tersebut juga ditemukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) saat melakukan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional Makassar.

Hasil pemantauan TPID di Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng menunjukkan harga cabai rawit yang sebelumnya sekitar Rp50.000 per kilogram kini berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp85.000 per kilogram.

“Harga cabai terutama, ini cukup jauh (naiknya). Biasanya cuma Rp 50 ribu, sekarang sudah Rp85 ribu,” kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Muhammad Ilyas, Rabu (23/9).

Ilyas mengatakan kenaikan harga tidak terlepas dari kondisi di tingkat petani.

Saat ini, harga cabai dari petani berada di kisaran Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

“Kondisi cuaca dan kekeringan turut berdampak terhadap produksi sehingga pasokan berkurang,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pasokan cabai yang masuk ke pasar berkurang, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan.

BPS Sebut Cabai Komoditas Volatile

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan hingga pekan ketiga September terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga.

Menurutnya, kelompok hortikultura menjadi salah satu komoditas yang pergerakan harganya sangat dipengaruhi kondisi alam.

“Cabai memang di mana-mana naik. Cabai itu sangat volatile, bisa naik tinggi dan bisa turun,” kata Aryanto.

Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan yang berada dalam kendali pemerintah, seperti beras dan minyak, relatif masih berada dalam kondisi stabil.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Makassar harga cabai Pasar Terong cabai TPID Sulsel