Categories: Makassar

Jalan Aroepala Makassar-Gowa Kini Lancar, Pengendara Tak Lagi Terjebak Macet

SulawesiPos.com — Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa kini terpantau lancar setelah proses betonisasi melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) rampung.

Dua lajur Jalan Aroepala untuk kendaraan dari arah Makassar menuju Gowa saat ini sudah dapat dilalui pengendara.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di ruas jalan itu tidak lagi mengalami kemacetan seperti sebelumnya.

Salah seorang penjual sate di kawasan Jalan Aroepala, Adi (34), mengaku merasakan perubahan kondisi lalu lintas setelah pengerjaan jalan dilakukan.

Alhamdulillah, 6 tahun saya di Aroepala semenjak ada perbaikan jalan ini, tidak pernah saya lihat lagi macet kecuali waktu antre BBM,” ujar Adi kepada SulawesiPos.com, Jumat (18/9/2026).

Menurut Adi, kelancaran lalu lintas juga terlihat pada sore hari ketika masyarakat mulai pulang beraktivitas.

Bahkan sekitar pukul 17.00 Wita, arus kendaraan disebutnya tidak lagi menimbulkan kemacetan di Jalan Aroepala.

“Kalau bagi saya sudah bagus untuk jalan di Aroepala, cuma yang harus dijaga itu untuk Dishub, supaya atur lalu lintas karena banyak di sini Pak Ogah yang bikin macet,” kata dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 11.30 Wita, arus lalu lintas di kawasan Hertasning-Aroepala terpantau padat namun tetap lancar.

Meski demikian, masih ditemukan sejumlah pengendara sepeda motor yang melawan arah sehingga mengganggu kelancaran penggunaan jalan.

Adi menilai pelanggaran tersebut terjadi karena sebagian pengendara enggan memutar akibat akses putar balik yang masih ditutup.

“Kalau yang melanggar itu orang kan dia malas berputar karena masih tertutup juga perputaran, jadi orang biasa melanggar itu,” pungkasnya.

Lajur Arah Gowa-Makassar Masih Dibuka Bertahap

Sementara itu, untuk arah sebaliknya dari Gowa menuju Makassar, baru satu lajur yang dapat digunakan kendaraan.

Sebagian lajur masih ditutup karena beton belum mencapai usia yang dipersyaratkan untuk menahan beban kendaraan.

“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,” jelas Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Jalan Aroepala dibangun menggunakan konstruksi beton dengan total ketebalan 40 sentimeter.

Lapisan tersebut terdiri atas lean concrete atau beton dasar setebal 10 sentimeter dan concrete pavement atau beton utama dengan ketebalan 30 sentimeter.

Pekerjaan penanganan ruas Jalan Aroepala memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer dan termasuk dalam Paket 1 MYC Tahun Anggaran 2025-2027.

Andi Ihsan mengatakan beton membutuhkan waktu sedikitnya 28 hari untuk mencapai kekuatan standar sesuai perencanaan teknis sehingga mampu menahan beban kendaraan.

Masa pematangan beton juga dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari sebagai faktor keamanan tambahan.

Pembukaan jalan sebelum beton mencapai kekuatan yang dipersyaratkan dinilai dapat meningkatkan risiko kerusakan konstruksi.

Pemprov Sulsel memilih konstruksi beton semen atau rigid pavement karena kawasan Jalan Aroepala kerap mengalami genangan ketika hujan.

Kondisi tersebut sebelumnya membuat lapisan aspal di ruas tersebut berulang kali mengalami kerusakan meski telah dilakukan perbaikan.

“Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien,” tegas Andi Ihsan.

Pekerjaan Juga Mencakup Trotoar dan Drainase

Selain pembangunan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup pengerjaan bahu jalan dan trotoar dengan lebar sekitar 2,5 hingga 3,5 meter.

Sistem drainase turut dibangun untuk mendukung pengendalian aliran air di kawasan tersebut.

Saluran drainase memiliki diameter sekitar 1,2 meter dan disesuaikan dengan elevasi wilayah agar aliran air dapat diteruskan menuju kanal utama.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan Jalan Aroepala berlangsung.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap hingga seluruh segmen yang masuk dalam proyek tersebut dapat diselesaikan.

“Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,” ucap Andi Sudirman.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Jalan Aroepala perbaikan jalan perbaikan jalan Makassar