Categories: Makassar

FH Unhas Jajaki Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Penegakan Hukum dan Kejahatan Transnasional

SulawesiPos.com – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menjajaki kerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas di bidang hukum dan penegakan hukum.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan delegasi FH Unhas ke kantor UNODC untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik di Bangkok, Rabu (16/9/2026).

Dekan FH Unhas Profesor Dr. Hamzah Halim memimpin delegasi dalam pertemuan tersebut. Ia didampingi Professor Birkah Latif selaku Wakil Dekan yang membidangi Kerja Sama, Riset, Inovasi, dan Alumni; Dr. Andi Tenri Famauri, Ketua Departemen Hukum, Masyarakat, dan Pembangunan; Dr. Kadarudin, Sekretaris Departemen Hukum Internasional; serta Dr. Laode M. Syarif, dosen senior FH Unhas.

Prof Hamzah mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya FH Unhas memperkenalkan kapasitas institusi sekaligus mencari ruang kolaborasi dengan UNODC.

“Kunjungan ini secara khusus diarahkan untuk memperkenalkan kapasitas dan pengalaman FH Unhas sekaligus mengidentifikasi bidang-bidang yang memiliki kepentingan bersama dengan UNODC,” kata Prof Hamzah.

Sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama tersebut antara lain penanggulangan kejahatan transnasional, pemberantasan korupsi, kejahatan terkait sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dan lembaga publik.

Dorong Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kapasitas

Prof Hamzah juga menegaskan posisi Universitas Hasanuddin dalam pendidikan dan penelitian hukum di Indonesia.

“Universitas Hasanuddin memiliki tradisi panjang dalam pendidikan hukum, penelitian, serta kontribusi terhadap pengembangan berbagai lembaga publik di Indonesia,” katanya.

FH Unhas melihat kerja sama dengan UNODC dapat dikembangkan melalui berbagai program akademik dan profesional, seperti magang mahasiswa, pelatihan, penelitian bersama, seminar, hingga pertukaran akademik.

FH Unhas juga membuka kesempatan bagi ahli maupun pejabat UNODC untuk terlibat langsung dalam kegiatan akademik sebagai dosen tamu, pembicara, atau pelatih.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan pengalaman internasional UNODC dengan lingkungan akademik FH Unhas sekaligus memberikan manfaat bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi hukum.

Dalam pertemuan tersebut, FH Unhas turut memperkenalkan rekam jejak institusinya. Sejumlah alumninya disebut telah berkiprah di berbagai lembaga publik, termasuk Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung, pemerintahan daerah, hingga dunia diplomasi dan akademik.

Ditopang Dua Pusat Riset

Potensi kolaborasi juga didukung keberadaan pusat penelitian di FH Unhas. Fakultas tersebut memiliki Research Center for Prosecution yang telah berdiri lebih dari satu dekade.

FH Unhas juga baru mendirikan Research Center for Police Forces. Kedua pusat riset tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari kapasitas kelembagaan yang dapat mendukung penelitian, pengembangan kapasitas, serta hubungan antara perguruan tinggi dan institusi penegak hukum.

Pembahasan kerja sama selanjutnya diarahkan pada kemungkinan membangun kemitraan yang lebih terstruktur antara kedua institusi.

Sebagai tindak lanjut, FH Unhas mengundang tim UNODC untuk berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk membahas lebih lanjut bentuk kolaborasi yang dapat diterapkan di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Dekan FH Unhas Prof Hamzah Halim Universitas Hasanuddin UNODC