Categories: Makassar

Mahasiswa Luka Bakar 30 Persen saat Demo Pemadaman Listrik di Bantaeng

SulawesiPos.com – Seorang mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bantaeng, Ferdiansyah Sambo, mengalami luka bakar sekitar 30 persen saat demonstrasi menuntut penghentian pemadaman listrik bergilir di depan kantor PT PLN Unit Layanan Pelanggan Bantaeng, Jalan Kartini, Kelurahan Tappanjeng, Senin (14/9/2026).

Korban dilarikan ke RSUD Prof Dr H Anwar Makkatutu Bantaeng, sementara polisi menyelidiki kericuhan yang terjadi saat massa dan aparat berebut ban bekas yang telah disiram bahan bakar.

Aksi puluhan mahasiswa dimulai sekitar pukul 11.00 Wita.

Mereka memprotes pemadaman listrik bergilir yang disebut telah berlangsung di sejumlah wilayah Bantaeng selama dua pekan terakhir.

Ketua HMI Cabang Bantaeng Imam Aslam mengatakan pemadaman berulang berdampak pada aktivitas ekonomi warga.

“Pemadaman listrik secara bergilir bukan solusi karena terbukti memperlambat perekonomian masyarakat. Masyarakat sangat menderita dengan pemadaman listrik ini,” kata Imam dalam orasinya.

Situasi memanas ketika mahasiswa hendak membakar ban bekas.

Aparat kepolisian yang mengamankan aksi menghalangi pembakaran itu sehingga terjadi saling dorong dan tarik-menarik ban.

“Awalnya berjalan lancar tapi kami dihalangi saat hendak melakukan pembakaran ban bekas,” ujar Imam.

Menurut Imam, ban telah disiram BBM sebelum ketegangan terjadi.

Api kemudian berkobar ketika ban diperebutkan, mengakibatkan Ferdiansyah terluka. Seorang petugas kepolisian juga tampak terkena api dalam peristiwa itu.

“Bannya sudah terlanjur tersiram BBM dan saat hendak dibakar, petugas menghalangi jadi ada insiden saling tarik-menarik ban. Saat itulah api berkobar,” kata Imam.

Korban masih menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat hingga Senin malam.

Sugianto, pengurus Korps Alumni HMI Cabang Bantaeng, menyebut luka bakar korban mencapai sekitar 30 persen.

“Ini masih di UGD karena luka bakarnya sekitar 30 persen,” kata Sugianto.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Andi Aldiansyah membenarkan insiden tersebut.

Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab api maupun ada-tidaknya pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban.

“Benar kejadian tadi siang saat unjuk rasa dan sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Andi Aldiansyah.

Pemerintah Diminta Buka Data Distribusi Energi

Di lokasi lain, aksi mahasiswa terkait krisis energi juga berlangsung di depan Kantor DPRD Bantaeng.

Massa mendesak pemerintah daerah serta pihak terkait membuka data distribusi BBM dan LPG 3 kilogram secara transparan.

Kasatpol PP Bantaeng Mursalim Kr. Sila meminta massa tidak membakar ban karena membahayakan pengendara dan warga sekitar, terutama di tengah musim kering dan angin kencang.

“Kami tidak pernah menghalangi pergerakan mahasiswa. Silakan demo dan keluarkan aspirasinya, tetapi jangan membakar ban karena sangat membahayakan pengendara. Saat ini musim kekeringan dan angin kencang, kita harus hindari kebakaran akibat percikan api ke rumah warga,” kata Mursalim.

Pihak PLN belum tercantum memberikan tanggapan khusus mengenai tuntutan mahasiswa maupun insiden luka bakar dalam sumber yang diperiksa.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: PLN bantaeng unjuk rasa pemadaman listrik HMI Sulawesi Selatan