Ilustrasi meninggal.
SulawesiPos.com — Seorang pria lanjut usia, Abd Rasyid Dg Sila (67), ditemukan meninggal dunia di dasar kanal kawasan Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (14/9/2026). Korban diduga terjatuh ke kanal setelah pulang pada waktu magrib.
Dugaan tersebut muncul setelah warga menemukan sandal milik korban di sekitar kanal.
Sandal tersebut ditemukan dalam kondisi terpisah pada dua titik berbeda, sementara korban sebelumnya dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan, korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama sekitar 30 menit.
“Sekitar 30 menit akhirnya mayat berhasil menyelamatkan diri dalam kondisi sudah MD,” kata Muhammad Fadli Tahar.
Pencarian dilakukan setelah keluarga mengetahui korban tidak kunjung pulang sejak pergi pada waktu magrib.
Tim gabungan kemudian bergerak menyisir kanal untuk mencari keberadaan korban.
“Itu dilakukan tim gabungan, ada BPBD, Damkarmat, relawan, masyarakat setempat,” sebutnya.
Tim gabungan menyisir sejumlah bagian kanal hingga akhirnya menemukan korban berada di dasar kanal.
“Setelah melakukan penyisiran kurang lebih sekitar 30 menit, akhirnya ditemukan,” lanjutnya.
Korban ditemukan di dasar kanal dengan kondisi lokasi yang cukup sulit dijangkau. Permukaan kanal dipenuhi eceng gondok dan tanaman liar yang menghambat pergerakan petugas.
“Meskipun medan agak berat karena banyak eceng gondok, tanaman liar, itu untuk mengakses ke sana sangat butuh waktu,” jelasnya.
Petugas kemudian mendapati korban berada di dasar kanal dengan sebagian tubuhnya tertutup tanaman yang tumbuh di permukaan.
Proses evakuasi juga terkendala eceng gondok yang menghalangi pergerakan tim.
“Tadi korban ditemukan di dasar, tadi agak susah naik karena dihalangi eceng gondok,” ungkap Fadli.
Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa dari lokasi kanal untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, BPBD Makassar masih menunggu assessment resmi untuk memastikan kronologi korban hingga akhirnya tenggelam.
Namun, informasi awal dari warga mengarah pada dugaan korban terjatuh ke kanal.
“Kalau assessment resmi belum ada kami terima, tapi informasi warga, magrib kemarin dia pulang dari mungkin minum miras, kemudian terjatuh,” tuturnya.
Keluarga mulai melakukan pencarian setelah korban diketahui tidak kembali ke rumah.
Pencarian kemudian mengarah ke sekitar kanal setelah ditemukan petunjuk yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.
“Tadi baru diketahui dia tidak kembali ke rumah dan dilakukan beberapa pencarian oleh keluarga,” katanya.
Petunjuk tersebut berupa sandal milik korban yang ditemukan di kawasan kanal Batua Raya. Menurut Fadli, sandal korban ditemukan terpisah pada dua titik.
“Kemudian ditemukan ada sendal di situ, bagian kanan, terus agak masuk ke tengah ada bagian kiri lagi,” ujarnya.
Temuan tersebut kemudian memperkuat dugaan awal bahwa korban terjatuh ke dalam kanal pada malam sebelumnya.
“Akhrinya diprediksi kemungkinan besar dia tenggelam di situ,” lanjutnya.
Hingga korban ditemukan, pencarian melibatkan BPBD, Damkarmat, relawan, serta masyarakat setempat.
BPBD Makassar masih menunggu assessment resmi untuk memastikan kronologi dan penyebab korban sampai tenggelam di kanal tersebut.