Petugas menyaring kendaraan motor pelat genap yang masih terlihat mengantre pada hari pertama ganjil-genap BBM Makassar di SPBU Ratulangi, Minggu, (13/09/2026). dok/ist
SulawesiPos.com – Sejumlah sepeda motor berpelat genap masih terlihat dalam antrean pada hari pertama penerapan sistem ganjil-genap pengisian BBM bersubsidi di SPBU 74.902.78 Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (13/9/2026).
Petugas gabungan menyaring kendaraan sebelum masuk, sementara antrean berangsur berkurang dan tidak lagi meluber hingga badan jalan.
Pantauan sekitar pukul 13.15 Wita menunjukkan pelanggaran lebih banyak terlihat pada barisan sepeda motor.
Sejumlah motor dengan angka terakhir pelat 0, 2, 4, 6, atau 8 masih berada di dalam antrean meski 13 September merupakan tanggal ganjil.
Kondisi berbeda terlihat pada barisan mobil.
Kendaraan roda empat lebih tertib dan tidak tampak pelat genap ikut mengantre ketika petugas melakukan pengawasan.
Keberadaan motor pelat genap dalam barisan belum membuktikan seluruhnya memperoleh BBM.
Petugas Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan Satpol PP Sulsel berjaga di depan SPBU untuk memeriksa nomor polisi serta mengarahkan kendaraan yang tidak sesuai giliran agar meninggalkan antrean.
“Mulai hari ini penerapannya berlaku sistem ganjil genap,” kata Staf Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Sulsel, Ahmad, di lokasi, Minggu.
Pada tanggal ganjil, layanan BBM subsidi diperuntukkan bagi kendaraan dengan angka terakhir pelat 1, 3, 5, 7, atau 9.
Kendaraan dengan angka terakhir 0, 2, 4, 6, atau 8 mendapat giliran pada tanggal genap.
“Ganjil genap dilihat dari tanggal, hari ini tanggal 13 berarti ganjil dan dilihat dari angka terakhir pelat. Oleh karena itu hari ini masuk pengisian untuk pelat ganjil,” ujar Ahmad.
“Besok tanggal 14 berarti pengisian untuk genap,” lanjutnya.
Pada pantauan lanjutan sekitar pukul 15.20 Wita, motor dan mobil masih mengantre di SPBU AP Pettarani.
Namun, barisan kendaraan sudah tidak memanjang ke badan jalan seperti beberapa hari sebelumnya.
Petugas menghentikan kendaraan sebelum pintu masuk dan memeriksa angka terakhir pelat.
Papan pengumuman mengenai sistem ganjil-genap juga dipasang agar pengendara mengetahui jadwal pengisian.
Ahmad menilai pembatasan tersebut mulai membantu mengurai kepadatan kendaraan roda dua dan roda empat.
“Alhamdulillah, efektif untuk kegiatan roda dua dan empat antrean mulai normal, ini sudah mulai bisa mengurai kemacetan,” katanya.
Penerapan juga terlihat di SPBU 74.902.32 Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang.
Community Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya mengatakan perusahaan menjalankan instruksi Pemprov Sulsel dan akan mengevaluasinya berdasarkan kepadatan antrean.
“Kami mengikuti instruksi dari Gubernur di mana untuk pemberlakuan ganjil-genap dimulai dari hari ini, yaitu di tanggal 13, dan akan dievaluasi ke depannya sesuai dengan kepadatan antrean yang ada di Kota Makassar,” kata Okky.
Rusdy, pengendara sepeda motor yang mengisi BBM di SPBU Urip Sumoharjo, menilai pengaturan tersebut mulai berdampak pada panjang antrean.
“Alhamdulillah, sudah mulai terurai,” ujarnya.
Sistem ganjil-genap merujuk Surat Dinas ESDM Sulsel Nomor 670/2478/DESDM tertanggal 12 September 2026 tentang Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Selatan.
Kebijakan berlaku pada 13–20 September dan dijadwalkan dievaluasi bersama para pemangku kepentingan.
Aturan ditujukan untuk BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar.
“Untuk mengurai antrean diberlakukan sistem pengisian berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil genap di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan,” kata Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Kasman dalam surat tersebut.
Pemprov juga mengalihkan jadwal pengisian truk ke malam hari agar kendaraan besar tidak menumpuk pada jam operasional siang.
Kendaraan pribadi hanya diperbolehkan mengisi BBM subsidi ketika indikator bahan bakar tersisa satu bar atau kurang untuk mencegah pengisian berulang.
Pertamina memperkuat distribusi dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam, membuka 25 SPBU sepanjang hari, menambah operator dan nozzle BBM subsidi, serta menyiapkan tiga SPBU modular di Makassar.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang secara bertahap.
“Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai,” kata Kitty.
“Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat,” lanjutnya.