Pertamina Sulawesi percepat penyaluran dan tambah pasokan LPG 3 kg hingga 130 persen di Sulsel guna penuhi lonjakan kebutuhan warga jelang Maulid Nabi.
SulawesiPos.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempercepat penyaluran dan menambah pasokan LPG 3 kilogram hingga 130 persen dari penyaluran normal di wilayah Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat, khususnya di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penguatan pasokan dilakukan melalui mekanisme penambahan distribusi (extra dropping) serta memajukan jadwal penyaluran ke tingkat pangkalan.
“Kami melakukan percepatan penyaluran dan extra dropping hingga 130 persen untuk memperkuat pasokan LPG 3 kg di wilayah yang membutuhkan. Jadwal penyaluran juga kami majukan agar LPG dapat lebih cepat diterima masyarakat,” ujar Lilik di Makassar, Rabu (9/9/2026).
Peningkatan kebutuhan gas melon tersebut dipicu oleh tingginya aktivitas sektor pertanian di sejumlah daerah penyangga, serta meningkatnya kegiatan warga menjelang peringatan Maulid Nabi.
Selain menambah suplai, Pertamina mengingatkan agar LPG bersubsidi digunakan tepat sasaran. Berdasarkan regulasi yang berlaku, terdapat delapan sektor usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 kg, yakni usaha restoran, hotel, binatu (laundry), jasa las, batik, peternakan, tani tembakau, dan tani tanaman pangan tertentu. Pelaku usaha di sektor tersebut diwajibkan beralih ke LPG non-subsidi seperti Bright Gas.
“Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam menertibkan penggunaan LPG 3 kg agar penyalurannya semakin tepat sasaran,” tegas Lilik.
Pertamina juga menegaskan bahwa harga di tingkat pengecer berada di luar rantai distribusi resmi, sehingga tidak bisa dijadikan patokan harga resmi. Warga diimbau membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi sesuai kebutuhan wajar tanpa melakukan panic buying.