Categories: Makassar

Makassar Mulai Krisis Air, Pemkot Siapkan 18 SPAM Sumur Bor

SulawesiPos.com — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan 18 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumur bor untuk menghadapi krisis air bersih yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah akibat musim kemarau panjang pada Senin (7/9/2026).

Selain membangun sumber air baru, Pemkot Makassar mengerahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD untuk mendistribusikan air bersih ke sekitar 50 hingga 60 titik setiap hari.

Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sembari pemerintah memperkuat ketersediaan sumber air melalui pembangunan SPAM dan sumur bor.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah agar masyarakat tetap mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

“Di musim kemarau ini kami berupaya agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar air bersih dengan sejumlah upaya yang kita siapkan, salah satunya lewat SPAM,” kata Munafri.

Selain membangun SPAM, Pemkot Makassar juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” ujar Munafri.

18 SPAM Dibangun di Sejumlah Titik

Pembangunan 18 SPAM menjadi salah satu program Pemkot Makassar untuk menambah akses masyarakat terhadap sumber air bersih.

Kepala Dinas PU Kota Makassar Zuhaelsi Zubir mengatakan pembangunan 18 titik SPAM baru mencakup pekerjaan pengeboran sumur, jaringan perpipaan hingga pembangunan tower reservoir.

Sejumlah proyek tersebut masih dalam tahap konstruksi dan pengadaan.

Munafri sebelumnya menyebut pekerjaan pembangunan SPAM memiliki masa kontrak tiga bulan dan prosesnya telah berjalan.

“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” kata Munafri.

Tambahan SPAM tersebut diharapkan dapat memperluas akses warga terhadap sumber air, khususnya di kawasan yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Air Bersih Didistribusikan ke 50-60 Titik

Sembari pembangunan sumber air baru berlangsung, Pemkot Makassar tetap menjalankan penanganan darurat melalui distribusi air bersih.

Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Makassar mengerahkan armada tangki untuk menyalurkan air kepada warga yang membutuhkan.

Distribusi dilakukan setiap hari dengan cakupan sekitar 50 hingga 60 titik, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Di sejumlah kawasan, warga bahkan harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air yang didistribusikan pemerintah.

Pola tersebut menjadi langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum sumber air baru melalui SPAM dapat dimanfaatkan secara optimal.

47.252 Jiwa Terdampak Kekeringan

Persoalan air bersih di Makassar telah berdampak terhadap sejumlah wilayah.

Berdasarkan data kaji cepat BPBD Makassar per 5 Agustus 2026, sebanyak 47.252 jiwa dari 13.929 kepala keluarga terdampak kekeringan di enam kecamatan.

Enam kecamatan tersebut yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala.

Data tersebut menunjukkan dampak kekeringan tidak hanya terjadi di satu kawasan.

Karena itu, pemerintah menjalankan penanganan melalui dua pola, yakni distribusi air bersih untuk kebutuhan mendesak dan pembangunan sumber air untuk memperkuat pasokan.

Pemkot Makassar Intervensi Sumber Air

Pemkot Makassar juga terus mencari sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.

Sumber air yang dinilai memiliki debit memadai akan diintervensi agar dapat mendukung kebutuhan warga di wilayah terdampak.

Menurut Munafri, langkah tersebut diperlukan agar sumber air yang tersedia dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.

Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta mengikuti informasi pemerintah terkait lokasi maupun jadwal distribusi air di wilayah masing-masing.

Pemkot Makassar menyatakan penanganan akan terus dilakukan untuk menjaga kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kemarau berlangsung.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Pemkot Makassar kekeringan Sumur Bor Air Bersih krisis air makassar Krisis Air SPAM Makassar Makassar Munafri Arifuddin