Petugas PLN melakukan perbaikan jaringan di Makassar saat pemadaman bergilir berlangsung selama 4 hari.
SulawesiPos.com – Info mati lampu Makassar untuk Minggu, 6 September 2026, masih menjadi perhatian warga setelah pemadaman bergilir berlangsung di sejumlah wilayah sejak akhir Agustus.
Hingga pengecekan terbaru, belum ada jadwal resmi khusus Kota Makassar untuk 6 September, sementara PLN sebelumnya menyatakan pasokan listrik Sistem Sulawesi Bagian Selatan masih dalam tahap pemulihan.
Kondisi itu membuat warga tetap perlu memantau kanal resmi PLN, terutama PLN Mobile dan layanan Contact Center 123, karena pengaturan beban dapat berubah mengikuti kondisi sistem kelistrikan secara real time.
Pada Sabtu (5/9/2026), PLN masih menyampaikan bahwa pemulihan dan optimalisasi sistem kelistrikan Sulbagsel terus dilakukan.
“PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi,” ujar Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
PLN menyebut satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt telah kembali beroperasi.
Namun, PLN juga mengakui daya mampu sejumlah pembangkit lain belum sepenuhnya optimal, sehingga sistem masih perlu dikelola secara hati-hati.
“Di sisi lain, daya mampu sejumlah pembangkit lainnya masih belum optimal sehingga kondisi pasokan sistem masih perlu dikelola secara hati-hati,” bebernya.
Informasi resmi yang telah beredar sebelumnya memuat jadwal pemadaman Makassar pada Sabtu, 5 September 2026, dengan sejumlah sesi mulai pagi hingga malam.
Daftar itu mencakup beberapa ruas dan kawasan di Makassar, mulai wilayah pusat kota, utara, KIMA, Antang, Tamalanrea, BTP, Tallo, hingga Urip Sumoharjo.
PLN dalam pengumuman tersebut menyatakan jadwal penanganan bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai kondisi sistem kelistrikan serta keselamatan petugas.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk memastikan pasokan listrik handal bagi masyarakat. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis pengumuman resmi PLN.
Untuk Minggu, 6 September 2026, hasil pengecekan belum menemukan pengumuman resmi baru yang secara spesifik mencantumkan jadwal pemadaman di Kota Makassar.
Meski begitu, warga tetap diminta tidak hanya mengandalkan daftar yang beredar di media sosial tanpa memastikan ke kanal resmi PLN.
Di wilayah sekitar Makassar, informasi pemadaman pada 6 September justru ditemukan untuk sebagian Kabupaten Gowa.
Jadwal tersebut mencakup beberapa wilayah kerja PLN ULP Kalebajeng, antara lain Kecamatan Bungaya, sebagian Kecamatan Manuju, Paranglompoa, Bontoloe, Bontonompo Selatan, Pa’bundukan, Salajangki, Bontoramba, Kalebajeng, Tubajeng, Tanabangka, sebagian Maccinibaji, Gentungan, Mata Allo, dan Limbung.
Pemadaman di wilayah Gowa itu disebut berlangsung dalam beberapa sesi, mulai pukul 13.30 Wita hingga 21.00 Wita.
Karena lokasinya berdekatan dengan Makassar, informasi tersebut perlu dibedakan agar warga tidak keliru menganggapnya sebagai jadwal pemadaman Kota Makassar.
Sebelumnya, PLN menyebut pemadaman bergilir di Makassar dan sekitarnya berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas kelistrikan serta berkurangnya daya mampu pasok pada sistem.
Pada 1 September 2026, Niki mengatakan PLN mengupayakan kondisi kembali seperti sediakala pada 5 September.
“Tim PLN upayakan tanggal 5 September sudah kembali seperti sediakala. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Niki.
Ia juga menyebut penurunan debit air di sejumlah PLTA ikut dipantau karena kemarau panjang, tetapi pemadaman saat itu dijelaskan sebagai dampak pemeliharaan fasilitas kelistrikan.
“Tidak menutup mata memang saat ini sudah lama tidak hujan, sehingga kondisi debit air di beberapa PLTA itu menurun, kondisi penurunan ini sudah terjadi sejak bulan Juni,” katanya.
“Namun terkait pemadaman saat ini diakibatkan oleh pemeliharaan fasilitas kelistrikan PLN di wilayah kerja kami,” jelasnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah sebelumnya juga menyebut pemeliharaan PLTU di IPP Jeneponto berkapasitas 125 MW berdampak terhadap kekurangan pasokan listrik.
“Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 Megawatt (MW) yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” ungkapnya.
Di sisi Pemkot Makassar, Wali Kota Munafri Arifuddin meminta PLN memberi kepastian penyelesaian karena pemadaman berdampak langsung pada aktivitas warga.
“Kami dari pemerintah berharap PLN bisa mencari solusi secepatnya agar pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama. Perlu ada kepastian,” tegasnya.
PLN meminta pelanggan memantau informasi resmi melalui PLN Mobile, Contact Center 123, serta kanal informasi PLN Sulselrabar agar mendapat pembaruan terbaru bila ada perubahan kondisi pasokan atau jadwal pengaturan beban.