Bandara Sultan Hasanuddin. dok/ist
SulawesiPos.com – Harapan 30 jemaah umrah asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci harus tertunda. Mereka sudah berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, bahkan telah check-in dan mengantongi boarding pass, namun penerbangan menuju Jakarta dibatalkan, Minggu (6/9/2026).
Pembatalan penerbangan tersebut terjadi di tengah penghentian sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Dampaknya turut dirasakan penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin yang memiliki tujuan Jakarta atau Cengkareng. Salah satu kelompok yang terdampak adalah puluhan jemaah yang diberangkatkan melalui PT Towuti Travel Haji dan Umrah.
Para jemaah sebelumnya telah berada di Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, sejak pagi. Seluruh proses awal keberangkatan bahkan telah dilalui, mulai dari check-in hingga menerima boarding pass.
Namun, rencana perjalanan mereka berubah setelah mendapat informasi dari maskapai bahwa penerbangan menuju Jakarta dibatalkan.
Owner PT Towuti Travel Haji dan Umrah, Mansyur Taswin, mengatakan para jemaah telah berada di bandara sejak pukul 09.00 Wita untuk melanjutkan perjalanan umrah.
“Jemaah saya sudah sejak jam 9.00 Wita ada di bandara dan sudah Boarding Pass. Tapi tiba-tiba ada pemberitahuan jika penerbangan ke Jakarta di-cancel akibat bandara ditutup setelah erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Mansyur kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Situasi tersebut membuat keberangkatan para jemaah belum dapat dipastikan. Pihak travel masih menunggu kepastian dari maskapai Garuda Indonesia sebelum menentukan langkah berikutnya.
Mansyur mengatakan pihaknya belum menetapkan apakah perjalanan akan dijadwal ulang atau tiket para jemaah dikembalikan.
“Kami belum lakukan Re-Schedule atau Refund tiket. Kita tunggu kepastian dari (maskapai) Garuda Indonesia,” ujarnya.
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan
Gangguan terhadap perjalanan 30 jemaah Lutim tersebut tidak berdiri sendiri. Penghentian sementara operasional Bandara Soetta merupakan bagian dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Selain Bandara Soetta, sejumlah bandara lain juga terdampak penghentian operasional sementara, yakni Bandara Halim Perdanakusumah, Radin Inten, dan Budiarto Curug.
Kondisi tersebut kemudian berimbas terhadap penerbangan dari berbagai daerah yang memiliki tujuan ke kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Dari Makassar, penerbangan yang terdampak adalah rute menuju Cengkareng atau Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, membenarkan adanya penerbangan yang terdampak akibat kondisi tersebut.
“Penerbangan yang terdampak (dari Bandara Sultan Hasanuddin) semua yang ke Cengkareng (Bandara Internasional Soetta),” jelas Fascal.
Meski demikian, pihak Bandara Sultan Hasanuddin belum merinci jumlah penerbangan yang mengalami pembatalan sebagai dampak penghentian sementara operasional Bandara Soetta.
Di tengah kondisi penerbangan yang masih terdampak, calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal keberangkatan yang telah diperoleh sebelumnya.
Fascal mengimbau penumpang untuk memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.
Informasi terbaru dapat diperoleh melalui kanal resmi maskapai masing-masing.
“Sebelum melakukan perjalanan untuk selalu mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan untuk kebandaraudaraan silakan menghubungi Contact Center inJourney Airports 172,” pungkasnya.
Bagi 30 jemaah umrah asal Luwu Timur, kepastian perjalanan kini bergantung pada perkembangan operasional penerbangan Jakarta.
Mereka masih harus menunggu keputusan maskapai sebelum dapat melanjutkan perjalanan yang sebelumnya telah dipersiapkan.