Categories: Makassar

Nadia Putri, Remaja 16 Tahun Raih Empat Emas dan Best of the Best di Kejurnas Karate Gojukai

SulawesiPos.com – Nadia Putri Salsabilah Huda berhasil meraih empat medali emas sekaligus predikat Best of the Best pada Kejurnas Karate-Do Gojukai Indonesia Piala Jaksa Agung Republik Indonesia ke-III Tahun 2026.

Kontingen Pengurus Daerah Karate-Do Gojukai Sulsel keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Piala Jaksa Agung Republik Indonesia ke-III Tahun 2026. Sulsel mengoleksi 114 medali, terdiri atas 44 emas, 30 perak, dan 40 perunggu.

Nadia salah satu penyumbang emas terbanyak, prestasi itu menjadi pencapaian istimewa bagi siswi kelas 11 SMAN 7 Makassar tersebut setelah sebelumnya kalah dari lawan yang sama pada final dua tahun lalu.

Nadia menjadi satu dari empat atlet Sulawesi Selatan yang meraih predikat Best of the Best dalam kejuaraan yang berlangsung di Jakarta, 25-27 Agustus 2026.

Bagi Nadia, gelar tersebut terasa lebih bermakna karena ia kembali berhadapan dengan lawan yang pernah mengalahkannya pada Kejurnas Piala Jaksa Agung RI ke-II tahun 2024.

Kali ini, hasilnya berbeda. Nadia mampu mengalahkan lawan yang sama dan menutup penampilannya dengan empat emas serta gelar Best of the Best.

Empat medali emas yang diperoleh Nadia

Yang membuat pencapaiannya semakin menantang, Nadia turun di kelas senior untuk atlet berusia 16 tahun ke atas.

Usianya yang masih 16 tahun harus berhadapan dengan atlet yang sebagian di antaranya sudah berstatus mahasiswa.

“Itu emang wishlist saya mendapatkan empat emas dan satu best of the best. Dan saya main di satu kelas yang di kelas senior yang lawannya orang kuliah,” ungkapnya saat dikunjungi wartawan SulawesiPos.com di sekolahnya, Kamis (3/9/2026).

Menekuni Karate Karate-Do Gojukai Sejak 1 SD

Di balik empat emas yang diraihnya, Nadia harus membagi waktunya sebagai pelajar dengan rutinitas latihan yang cukup padat.

Ia mulai menekuni karate sejak kelas 1 SD atau sekitar 2018. Ketertarikannya berawal dari keinginannya mempelajari bela diri.

“Saya memang mau bela diri. Kebetulan di tempat kerjanya orang tua saya ada buka tempat karate jadi ikut-ikut,” ucapnya sambil mengingat momen 9 tahun silam.

Sejak mengikuti kompetisi pertamanya, Nadia langsung meraih juara pertama.

“Pertama bertanding langsung dapat juara satu,” tambahnya dengan bangga.

Perjalanannya kemudian terus berlanjut hingga membawanya tampil di berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi internasional di Jepang.

Untuk menghadapi Kejurnas 2026, Nadia menjalani persiapan sekitar tiga bulan sejak Mei. Memasuki tiga pekan terakhir sebelum pertandingan, intensitas latihannya meningkat menjadi dua kali sehari.

Kontingen Karate-Do Gojukai Sulsel raih juara umum di Kejurnas Piala Jaksa 2026

Latihan juga harus disesuaikan dengan aktivitas sekolah. Untuk mengikuti sejumlah agenda pertandingan dan pemusatan latihan, Nadia harus meminta izin dari sekolah.

Kejuaraan Dunia di Jepang

Pengalaman internasional juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Nadia. Pada Gojukai World Championship di Jepang pada 2025, ia berhasil membawa pulang tiga emas dan satu perak.

Namun, perjalanan menuju kejuaraan tersebut tidak mudah. Nadia sempat menghadapi persoalan berat badan karena harus turun di kelas -47 kilogram.

Berat badannya saat itu masih 50 kilogram, sementara kelas pertandingan tidak dapat diubah.

“Awalnya saya dikasih waktu cuma 1 minggu untuk turunin. Jadi saya tanya pelatih, saya bisa, saya yakin,” tegas remaja kelahiran 2009 ini.

Dalam waktu sekitar satu pekan sebelum keberangkatan itu, Nadia harus menurunkan berat badan hingga mencapai 46 kilogram.

Ia menambah sesi latihan, termasuk jogging pada siang hari, serta menjalani pola makan yang diatur oleh ahli gizi.

Pernah Kehilangan Kepercayaan pada Pelatih

Perjalanan Nadia menjadi atlet berprestasi tidak selalu berjalan mulus. Di balik sederet medali yang diraihnya, ia pernah mengalami pengalaman yang membuatnya kehilangan kepercayaan kepada pelatihnya.

Nadia mengaku pernah berpindah organisasi karate. Salah satu alasannya berkaitan dengan sertifikat prestasi yang pernah ia berikan kepada pelatih.

“Pindah perguruan gara-gara sertifikat saya diperjualbelikan sama orang yang mau daftar sekolah tapi tidak punya sertifikat prestasi,” bebernya.

Menurut Nadia, saat itu pelatih meminta sertifikat tersebut dengan alasan akan dilegalisasi di KONI.

Karena percaya, Nadia menyerahkannya. Namun, belakangan Nadia mengetahui sertifikat itu diduga digunakan untuk membantu orang lain dalam proses pendaftaran ke salah satu SMP unggulan di Makassar.

Nadia mengaku tidak pernah diberi tahu mengenai penggunaan sertifikat tersebut. Persoalan itu kemudian membuat hubungannya dengan sang pelatih memburuk hingga akhirnya ia memilih meninggalkan organisasi tersebut.

Kini, Nadia berlatih bersama Gojukai. Dari organisasi tersebut, ia kemudian terus berkembang hingga mampu tampil di berbagai kejuaraan.

Dukungan Penuh dari Keluarga

Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Nadia. Orang tuanya terus mendukung kebutuhan latihan dan perlengkapan pertandingan, termasuk peralatan karate yang menurut Nadia membutuhkan biaya cukup besar.

“Itu yang pertama kali dapat juara. Di situ orang tua dukung terus kasih barang yang lebih bagus. Nah di situ saya juga mulai semangat karena barang yang saya mau itu yang lebih bagus dikasih,” tuturnya.

“Kayak baju, mungkin menurut saya itu sangat mahal. Terus baju komite lagi untuk sparring itu satu set semua,” lanjut Nadia.

Bagi Nadia, dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi untuk terus berprestasi.

Kini, setelah meraih empat emas dan Best of the Best, Nadia mulai membidik target berikutnya, yaitu masuk Pelatnas dan menjadi bagian dari tim nasional karate Indonesia.

“Saya mau masuk tim Indonesia, Pelatnas. Kemarin hampir masuk cuman kalah, gugur di juara dua,” pungkasnya.

Daftar Prestasi yang Diperoleh Nadia

Fajar Open Championship 2025

  • Juara 1 Kata Perorangan Junior Putri
  • Juara 1 Komite -48kg Junior Putri

FORKI Bandung 2026

  • Juara 2 Kata Beregu Putri Cadet Junior

Jaksa Agung Cup 2 2024

  • Juara 1 Komite Perorangan Cadet Putri -47kg
  • Juara 1 Kata Bunkai Putri Cadet Junior
  • Juara 2 Kata Beregu Putri Cadet Junior
  • juara 3 Kata Perorangan Putri Cadet

Jaksa Agung Cup 3 2026

  • Juara 1 Kata Perorangan Junior Putri
  • Juara 1 Kata Bunkai Senior Putri
  • Juara 1 Komite -53kg Putri Junior
  • Juara 1 Kata Beregu Putri Cadet Junior

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: atlet karate Karate-Do Gojukai Kontingen Sulsel Nadia Putri Salsabilah Huda Piala Jaksa Agung