Kedutaan Besar Amerika Serikat Jamie Ravetz dorong generasi muda dalam program Mobile Journalism Training pada Rabu (26/8/2026) pukul 13.00 Wita. Foto: Tari/SPos.
SulawesiPos.com — Kedutaan Besar Amerika Serikat dorong generasi muda untuk memaksimalkan potensi ponsel untuk jurnalisme dalam program Mobile Journalism Training pada Rabu (26/8/2026) pukul 13.00 Wita.
Acara yang bertempat di American Corner Makassar Program Space, BikinBikin Creative Hub, Lantai 1, Nipah Park, Makassar, ini dihadiri peserta yang didominasi oleh mahasiswa.
Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jamie Ravetz yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk menguasai pemanfaatan gawai secara optimal, baik untuk dunia jurnalistik maupun pengelolaan media sosial pribadi.
”Saya pikir sangat penting bagi anak-anak muda untuk belajar bagaimana menggunakan ponsel mereka secara efektif jika mereka ingin berkecimpung di dunia jurnalisme, tetapi penting juga untuk menggunakannya saat Anda menggunakan media sosial Anda sendiri. Memahami bagaimana foto dan video dapat menceritakan sebuah kisah dengan kata-kata yang terbatas bisa sangat berguna,” ujar Jamie.
Melihat tingginya antusiasme peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa, Jamie mengaku sangat terkesan.
Ia menilai bahwa anak muda saat ini selalu berdampingan dengan ponsel mereka, namun belum sepenuhnya memanfaatkan perangkat tersebut secara maksimal untuk menyampaikan cerita yang akurat dan berdampak.
”Saya sangat terkesan dengan jumlah orang yang datang hari ini. Saya pikir sudah jelas bahwa anak-anak muda selalu menggunakan ponsel mereka, dan saya rasa mereka belum tentu menggunakan ponsel mereka secara maksimal,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai peluang masa depan di bidang jurnalisme, Jamie menyoroti dinamika industri media saat ini yang terus mengalami transformasi, mulai dari penurunan media cetak hingga penggabungan korporasi media.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa esensi dan peran jurnalisme dalam mengawal demokrasi baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat tetap memegang peranan yang sangat krusial.
”Saya pikir sektor jurnalisme sedang berubah, ya? Anda melihat di media cetak jumlah surat kabar cetak semakin berkurang. Anda juga melihat semacam penggabungan konglomerasi media. Jadi bidang jurnalisme sedang berubah. Meskipun demikian, saya pikir tujuan jurnalisme dan peran jurnalisme, terutama dalam demokrasi, tidak pernah lebih penting dari sebelumnya. Itu berlaku untuk demokrasi Indonesia, itu berlaku untuk demokrasi Amerika,” katanya.
”Jurnalis meminta pertanggungjawaban kekuasaan, mereka meminta pertanggungjawaban para pemimpin, dan mereka harus melanjutkan peran tersebut. Dan jadi, meskipun pada tingkat mikro jurnalisme sedang berubah dan peran jurnalis sedang berubah, pada tingkat yang lebih luas, peran jurnalis dalam masyarakat kita tidak pernah lebih penting dari sebelumnya,” pungkas Jamie.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat membawa pulang wawasan serta perangkat praktis yang mendukung keterampilan bercerita secara visual secara profesional maupun personal.