SulawesiPos.com – Duka menyelimuti Kota Makassar setelah Sitti Fatimah, warga Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, dipastikan menjadi salah satu dari lima korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur. Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi jenazah korban di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso.
Keluarga memastikan jenazah yang diidentifikasi Tim DVI merupakan Sitti Fatimah. Kepastian itu juga diperkuat setelah pihak keluarga mengenali korban dari video yang beredar saat insiden kebakaran kapal terjadi.
“Saya yakin itu dia, waktu melihat video beredar di atas kapal saat terbakar. Kami melihat persis ketika menoleh. Dia terlihat jelas dengan keponakan saya yang sama-sama di kapal,” ujar saudara korban, Irwan, di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Makassar, Senin (3/8/2026) dikutip Antara.
Irwan menceritakan, Sitti Fatimah berangkat dari Makassar menuju Jakarta pada 27 Juli 2026 untuk menjemput putrinya, Nurul Izza (24), yang baru kembali dari Taiwan setelah menjalani program magang selama satu tahun.
Setelah bertemu di Jakarta, keduanya melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan kemudian menumpang KM Mutiara Sentosa 2 dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Makassar.
“Dia berangkat ke Jakarta, jemput anaknya yang dari Taiwan, lalu ke Surabaya naik kapal. Anaknya itu kuliah dan ke Taiwan (kerja) magang. Jadi, dia (anaknya) balik setelah satu tahun di Taiwan. Sitti Fatimah ini bersama anaknya di kapal,” kata Irwan.
Saat kebakaran terjadi di tengah pelayaran, Sitti Fatimah dan Nurul Izza berada di atas kapal.
Dalam situasi darurat tersebut, Sitti Fatimah memilih menyelamatkan putrinya dengan mendorongnya turun ke laut.
Namun, ia sendiri tetap berada di atas kapal karena tidak berani melompat ke laut.
“Keponakan juga sudah menelepon. Dia terpisah di kapal. Waktu kapal terbakar, dia didorong ibunya turun ke laut. Ibunya masih di kapal karena takut sama air. Jadi anaknya yang didorong,” tutur Irwan.
Nurul Izza berhasil selamat dan kemudian menghubungi keluarganya di Makassar untuk mengabarkan bahwa dirinya terpisah dari sang ibu saat proses evakuasi berlangsung.
Sebelum tragedi terjadi, Sitti Fatimah masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya di Makassar.
Menurut Irwan, korban memutuskan segera pulang setelah mengetahui terjadi kebakaran besar di dekat rumahnya di Kecamatan Tallo.
“Waktu itu masih teleponan. Karena sebelumnya terjadi kebakaran besar di dekat rumah, jadi dia buru-buru mau pulang ke Makassar, sehingga pesan tiket kapal,” ujarnya.
Hingga kini, keluarga masih menunggu perkembangan lanjutan terkait proses identifikasi dan administrasi dari pihak berwenang.
Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya juga telah meminta sidik jari Nurul Izza untuk mendukung proses identifikasi korban.
Sebelumnya, Tim DVI Polda Jawa Timur mengidentifikasi lima korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 melalui pencocokan data postmortem.
Sementara itu, ratusan penumpang lainnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah kapal terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.