Wali Kota Makassar didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Makassar meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, pada Jumat (31/7/2026)
SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat (31/7/2026). Pemerintah Kota Makassar memastikan penanganan darurat serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut menyebabkan puluhan bangunan terdampak.
Berdasarkan kaji cepat sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, sebanyak 56 unit bangunan terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 unit mengalami rusak berat, dua unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Sementara jumlah warga yang terdampak mencapai 105 kepala keluarga (KK) atau 310 jiwa.
Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan dan tidak terdapat korban meninggal dunia.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api kemudian cepat membesar dan merambat ke bangunan sekitar karena sebagian besar rumah warga merupakan bangunan semi permanen dengan jarak yang cukup rapat.
Untuk menangani kebakaran tersebut, sebanyak 50 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan.
Penanganan darurat melibatkan sejumlah unsur, mulai dari BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dompet Dhuafa, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga relawan.
Dalam peninjauan lokasi, Munafri memastikan bantuan pemerintah diberikan sesuai kebutuhan warga terdampak.
Pendataan dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran berdasarkan tingkat dampak yang dialami setiap keluarga.
“Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan. Penyalurannya dilakukan berdasarkan hasil asesmen sehingga sesuai dengan kebutuhan dan tingkat dampak yang dialami masing-masing keluarga,” katanya dikutip Sabtu (1/8/2026).
Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar menjelaskan, hasil asesmen cepat menjadi dasar dalam menentukan jenis maupun jumlah bantuan yang disalurkan, sekaligus menjadi acuan dalam penanganan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Pendataan dilakukan secara menyeluruh oleh tim di lapangan agar bantuan yang disalurkan benar-benar proporsional, akuntabel, dan sesuai kondisi riil warga terdampak,” ujarnya.
Kebutuhan mendesak yang telah teridentifikasi meliputi terpal, tenda pengungsian, selimut, pakaian, family kit, baby kit, first aid kit, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.
BPBD Kota Makassar membuka posko sementara di sekitar wilayah terdampak untuk melayani kebutuhan warga, melanjutkan pendataan, serta menyiapkan langkah rehabilitasi, rekonstruksi, dan layanan dukungan psikososial bagi para penyintas.
Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman dan memenuhi standar keselamatan.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran akibat gangguan kelistrikan di kawasan permukiman padat.