Pria bermasker terekam CCTV dalam rangkaian dugaan transaksi pembobolan kartu kredit warga Makassar di Kendari.
SulawesiPos.com – Seorang warga Makassar, Sulawesi Selatan, berinisial FR, 32 tahun, mengaku kehilangan Rp341 juta setelah empat kartu kredit miliknya dibobol orang tak dikenal dan dipakai berbelanja di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Jejak transaksi yang diklaim korban mengarah pada pembelian emas senilai Rp288 juta dan iPhone 17 Pro Max sekitar Rp53 juta, sementara laporan polisi sudah masuk ke Polrestabes Makassar sehari setelah kejadian.
Korban mengatakan laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/1653/VII/2026/SPKT/Polrestabes Makassar pada Minggu, 12 Juli 2026.
Hingga Rabu, 29 Juli 2026, pelaku disebut belum ditangkap.
Kasus ini bermula ketika FR berada di kawasan Mall Ratu Indah, Makassar, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Setelah itu, ia menyadari empat kartu kredit dari Bank Mandiri, DBS, dan UOB yang tersimpan di dompetnya sudah tidak berada di tempat.
Keesokan harinya, Sabtu, 11 Juli 2026, notifikasi transaksi mulai masuk.
Dua kartu kredit Bank Mandiri tercatat digunakan untuk transaksi senilai total Rp218 juta di sebuah toko emas di Kendari pada pukul 09.42 hingga 09.51 Wita.
Tak lama berselang, kartu kredit Bank DBS juga dipakai untuk transaksi Rp70 juta di toko emas yang sama pada pukul 10.44 Wita.
Setelah itu, pelaku disebut berpindah ke toko ponsel dan membeli iPhone 17 Pro Max seharga sekitar Rp53,5 juta menggunakan kartu kredit Bank UOB.
Dari rangkaian transaksi itu, total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp341 juta.
Korban menilai aksi tersebut tidak dilakukan secara acak karena pelaku diduga sempat menguji nominal transaksi dalam jumlah besar sebelum berhasil menguras limit kartu.
“Pelaku menggasak secara rapi dan terstruktur karena sampai berhasil mengetahui nominal hampir pasti salah satu rekening dibuktikan dengan adanya percobaan transaksi awal Rp 280 juta namun gagal karena limit tidak mencukupi,” ujar FR.
Korban mengaku telah menghubungi toko emas dan toko ponsel yang disebut menjadi lokasi transaksi.
Menurut dia, hanya toko ponsel yang bersedia membantu dengan memberikan rekaman CCTV, nota, dan resi kartu kredit, sedangkan toko emas disebut tidak kooperatif.
Dari dokumentasi CCTV yang diklaim diterima korban, pelaku terlihat datang ke toko ponsel dengan mengenakan masker.
Ciri yang disebutkan antara lain berambut lurus dan berkulit sawo matang.
Redaksi Kendarihariini.com dalam laporannya juga menyebut telah mendatangi toko emas yang disebut dalam transaksi tersebut, tetapi pihak toko tidak bersedia pernyataannya dikutip.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengatakan pihaknya masih akan mengecek laporan tersebut ke penyidik Satreskrim.
“Nanti dicek dulu di Satreskrim,” ujarnya kepada Kendarihariini.com pada Rabu, 29 Juli 2026.