Categories: Makassar

Sebut Pemerintah Iran ‘Sakit’, Trump: Ada yang Tidak Beres dengan Mereka

SulawesiPos.com Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai operasi militer terbaru terhadap Iran memperlihatkan perubahan besar dalam sikap Washington terhadap Teheran. Jika sebelumnya masih membuka peluang dialog, kini Trump secara terbuka menyebut pemerintah Iran sebagai pihak yang “sakit” dan menganggap upaya negosiasi tidak lagi memiliki masa depan.

Ucapan tersebut disampaikan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026) waktu setempat.

Trump menilai kepemimpinan Iran sudah tidak lagi bertindak secara rasional sehingga Amerika Serikat tidak memiliki alasan untuk melanjutkan pembicaraan maupun mempertahankan nota kesepahaman yang sebelumnya sempat menjadi dasar gencatan senjata.

“Buang-buang waktu saja berurusan dengan mereka,” kata Trump.

Ia kemudian melontarkan kritik yang lebih tajam terhadap pemerintah Iran.

“Tadi malam kami melancarkan serangan yang sangat dahsyat terhadap orang-orang yang sangat berbahaya dari Iran. Mereka sakit, ada yang tidak beres dengan mereka,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, Trump kembali mempertegas pandangannya.

“Ada yang tidak beres dengan mereka. Mereka sakit. Mereka orang-orang jahat. Mereka pemain kotor,” tegas Trump.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu komentar paling keras yang pernah disampaikan Trump terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus memperkuat sinyal bahwa hubungan kedua negara kembali memasuki fase konfrontasi terbuka.

Serangan Berawal dari Ketegangan di Selat Hormuz

Komentar Trump muncul hanya beberapa jam setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya serangkaian serangan terhadap target-target militer Iran.

Washington menyebut operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintas di kawasan Selat Hormuz.

Pemerintah AS menilai aksi itu membahayakan pelayaran internasional dan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya sempat berlaku.

Sebagai tindak lanjut, Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui operasi militer dan kebijakan ekonomi, termasuk memperketat sanksi yang berkaitan dengan sektor energi.

Di sisi lain, pemerintah Iran membantah tuduhan Washington. Melalui pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang dianggap perlu untuk mempertahankan kepentingan nasional.

Di tengah saling tuding tersebut, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran, termasuk di sekitar Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Pelabuhan Sirik.

Kawasan itu berada di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Amerika Serikat Iran Gencatan Senjata Donald Trump Konflik Timur Tengah