Ilustrasi pesawat boeing 737
SulawesiPos.com – Harapan agar lima awak pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways ditemukan dalam keadaan selamat masih terus dipanjatkan. Di tengah operasi pencarian yang berlangsung di lepas pantai Karachi, Pakistan, maskapai K2 Airways menyatakan terus berdoa untuk keselamatan para awaknya.
Pesawat kargo Boeing 737-400 itu dilaporkan hilang kontak pada Selasa (7/7/2026) malam waktu setempat saat terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan.
Menurut Otoritas Bandara Pakistan (Pakistan Airports Authority/PAA), pesawat sempat melaporkan gangguan pada sistem navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat.
Pengatur lalu lintas udara (ATC) kemudian memberikan panduan kepada awak pesawat.
Namun, hanya tiga menit kemudian, radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara cepat dan seluruh komunikasi terputus.
Saat hilang kontak, pesawat berada sekitar 155 mil laut atau sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi.
Di tengah proses pencarian, K2 Airways memastikan terus berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan serta seluruh instansi pemerintah yang menangani insiden tersebut.
“Kami terus memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami,” tulis operator pesawat itu melalui akun Facebook resminya.
Otoritas Pakistan kini mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara Pakistan, untuk menemukan pesawat beserta lima awak yang berada di dalamnya.
Sementara itu, data awal dari Flightradar24 menunjukkan pesawat mengalami perubahan ketinggian yang tidak biasa pada menit-menit terakhir penerbangan.
Boeing 737-400 itu dilaporkan sempat turun sekitar 5.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, kemudian kembali naik sekitar 6.000 kaki hanya dalam 30 detik sebelum akhirnya memasuki fase penurunan ekstrem.
Titik data terakhir menunjukkan pesawat berada di ketinggian sekitar 1.100 kaki di atas permukaan laut dengan laju penurunan mencapai minus 22.400 kaki per menit atau sekitar 400 kilometer per jam.
Pesawat tersebut diduga jatuh ke laut di sebelah barat daya Karachi.
Menanggapi data tersebut, konsultan keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab insiden.
“Kapanpun Anda melihat sesuatu yang seekstrem itu, tentu hal tersebut langsung menarik perhatian. Namun masih terlalu dini untuk menyimpulkan apa artinya sebelum tersedia informasi yang lebih lengkap,” kata Anthony Brickhouse.
Pesawat yang hilang merupakan Boeing 737-400 berusia 27 tahun yang dioperasikan maskapai kargo swasta K2 Airways. Berdasarkan data Flightradar24, pesawat tersebut pertama kali dikirim sebagai pesawat penumpang kepada maskapai Rusia Aeroflot pada 1999 sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012.
Pesawat itu menjadi satu-satunya armada yang dimiliki K2 Airways dan mulai beroperasi bersama maskapai tersebut pada 2024. Sebelum penerbangan terakhirnya menuju Karachi, pesawat tercatat belum kembali mengudara sejak 28 Juni 2026.
Hingga berita ini ditulis, Boeing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.