SulawesiPos.com – Seorang buruh penggilingan daging bernama Irwansyah mengalami kecelakaan kerja setelah tangannya terjepit mesin penggiling saat membersihkan alat di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Rabu (24/6), insiden yang membuat petugas pemadam kebakaran hingga turun langsung membantu proses evakuasi korban di rumah sakit.
Peristiwa nahas itu terjadi usai korban menyelesaikan proses penggilingan daging.
Saat hendak membersihkan mesin, alat tersebut diduga kembali menyala setelah tombol on-off tidak sengaja tersenggol.
Kepala Seksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Makassar, Febrinaldi Sikumbang, menjelaskan posisi tangan korban yang terlalu dekat dengan mesin membuat jari korban langsung tersangkut saat alat kembali aktif.
“Korban selesai melakukan pekerjaan penggilingan daging dan sedang membersihkan mesin. Berdasarkan informasi yang kami terima, tombol on-off mesin diduga tidak sengaja tersenggol sehingga mesin kembali menyala,” ujar Febrinaldi, Kamis (25/6).
Rekan Kerja Cegah Cedera Lebih Parah
Beruntung, rekan kerja Irwansyah bergerak cepat dengan mematikan mesin sesaat setelah kejadian.
Langkah sigap tersebut mencegah tangan korban masuk lebih dalam ke dalam mesin penggiling.
“Mesin langsung dimatikan, tetapi saat itu tangannya sudah tersangkut. Alhamdulillah yang terkena hanya ujung dua jari dan tidak sampai masuk lebih dalam,” katanya.
Setelah laporan diterima, petugas Damkarmat Makassar segera menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RSUD Labuang Baji Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Upaya penyelamatan tidak berhenti di lokasi kejadian. Tim medis rumah sakit kemudian meminta bantuan tambahan karena bagian mesin masih menjepit jari korban.
Petugas Damkar pun diminta masuk ke ruang operasi untuk membantu proses pelepasan.
“Kami melakukan pemotongan pada bagian besi yang menjepit menggunakan gerinda dan alat hidrolik lukas. Setelah besinya terbelah, bagian yang menjepit jari korban dapat dibuka secara perlahan,” jelas Febrinaldi.
Pemotongan dilakukan secara bertahap dengan tingkat kehati-hatian tinggi agar tidak memperparah kondisi jari korban.
Proses pembebasan berlangsung sekitar 20 menit hingga akhirnya tangan korban berhasil dilepaskan tanpa harus membongkar seluruh mesin.
“Jadi kami pakai alat itu untuk membelah besi yang di atas dulu sama yang di bawah, nanti baru pakai hidrolik lukas untuk membuka bagian yang sudah kami potong,” terang Febrinaldi.


