SulawesiPos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mencatat sebanyak 86 peristiwa kebakaran terjadi di berbagai wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sepanjang Januari hingga 18 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 rumah, bangunan, dan gudang dilaporkan ludes terbakar. Data itu disampaikan Damkarmat pada MInggu (21/6/2026) sebagai peringatan agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang diduga banyak dipicu kelalaian penggunaan instalasi dan perangkat listrik.
Berdasarkan data Damkarmat Makassar, kejadian kebakaran didominasi kebakaran rumah. Selain itu, tercatat 24 unit kendaraan, delapan unit toko maupun kafe, tiga bangunan sekolah, serta satu hotel atau asrama turut mengalami kebakaran.
Jumlah kejadian kebakaran rumah tertinggi terjadi pada Februari 2026 dengan total 16 kasus. Sementara kebakaran alang-alang dan sampah tercatat sebanyak 27 kejadian.
Kepala Bagian Operasi Damkarmat Makassar, Cakrawala, mengatakan sebagian besar kasus kebakaran diduga berkaitan dengan penggunaan perangkat elektronik dan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Kejadian peristiwa kebakaran ini dari data kemungkinan besar diduga karena kelalaian dalam menggunakan perangkat elektronik yang berhubungan listrik, termasuk instalasi listrik tidak laik atau tidak sesuai standar,” ujarnya.
Merujuk pada tingginya angka kebakaran tersebut, Damkarmat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari, terutama terkait penggunaan perangkat elektronik, instalasi listrik, dan kompor.
Menurut Cakrawala, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun menimbulkan kerugian materiil.
“Potensi kebakaran selalu ada di sekitar kita, oleh karena itu mari kita peka, maupun peduli karena ini demi keselamatan bersama. Bila menemukan peristiwa kebakaran segera dilaporkan,” tuturnya.
Damkarmat juga mengingatkan warga untuk segera menghubungi layanan darurat di nomor 0811410113 atau melalui aplikasi Lontara+ milik Pemerintah Kota Makassar apabila menemukan kejadian kebakaran maupun situasi darurat lainnya.
Sementara itu, salah satu kebakaran besar yang terjadi baru-baru ini menimpa gudang milik PT Citra Aroma Indo di Kompleks Pergudangan Parangloe, Kawasan Industri Makassar (KIMA), Kecamatan Tamalanrea, pada Jumat (19/6/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar enam ton minyak nilam siap ekspor, satu unit mobil, tiga sepeda motor, perangkat elektronik, serta berbagai peralatan pengolahan minyak yang tersimpan di dalam gudang.
Penanggung jawab gudang PT Citra Aroma Indo, Muhammad Agus Sulistiyono Zainal, menyebutkan kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai miliaran rupiah.
“Diperkirakan kerugian sekitar Rp7 miliar lebih, karena ada enam ton lebih minyak yang akan diekspor ke luar negeri. Tiga motor terbakar dan bodi depan mobil ikut terbakar. Ponsel karyawan dan Laptop pimpinan dan karyawan juga habis terbakar,” ujarnya.
Menurut Agus, minyak nilam yang terbakar rencananya akan diekspor ke sejumlah negara, di antaranya Prancis, Spanyol, Sri Lanka, dan beberapa negara lainnya di kawasan timur.
Selain kerugian materiil, dua karyawati gudang mengalami luka akibat terkena percikan api saat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Dugaan sementara, kebakaran bermula dari korsleting listrik di ruang resepsionis.
Dalam proses pemadaman, Damkarmat Makassar mengerahkan 28 armada dan sekitar 100 personel. Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengendalikan api karena banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang, termasuk minyak, kabel listrik, dan plastik.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.


