Pasutri di Makassar Tipu Warga Modus Kehabisan Bensin, Sempat Tuduh Korban sebagai Begal Saat Ditangkap

SulawesiPos.com – Sepasang suami istri berinisial VG dan SN diamankan polisi setelah diduga melakukan penipuan dengan membawa kabur telepon genggam milik seorang warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Keduanya menggunakan modus berpura-pura kehabisan bahan bakar untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Aksi tersebut terjadi di Jalan Abdullah Daeng Sirua, wilayah hukum Polsek Manggala. Korban bernama Edi Susanto menjadi sasaran setelah didatangi pelaku yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Menurut keterangan korban, pasangan tersebut mengaku sedang dalam kondisi darurat karena kehabisan bensin. Mereka kemudian meminta izin meminjam ponsel dengan alasan hendak menghubungi keluarga yang disebut sedang sakit kritis dan akan dirujuk ke rumah sakit.

Merasa tersentuh dengan cerita yang disampaikan, Edi pun meminjamkan ponselnya. Namun sesaat setelah ponsel berada di tangan pelaku, keduanya langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Tak terima menjadi korban penipuan, Edi segera melakukan pengejaran. Upayanya membuahkan hasil setelah berhasil menghentikan dan mengamankan pasangan tersebut tidak jauh dari lokasi kejadian.

BACA JUGA:  Pedagang Buah di Makassar Diciduk Saat Jualan, Ternyata Pelaku Pencurian Bengkel

Keduanya kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun alih-alih mengakui perbuatannya, pasangan itu justru berupaya mengelabui petugas dengan membuat pengakuan yang berlawanan dengan fakta.

“Mereka malah memutarbalikkan fakta dan menuduh saya sebagai pelaku begal yang mencoba merampas HP mereka saat mereka sedang berhenti untuk mengisi bensin di pinggir jalan,” ujar Edi Susanto, Senin (1/6/2026).

Meski sempat mencoba membangun skenario baru, upaya tersebut tidak berhasil. Penyidik Polsek Panakkukang yang melakukan pemeriksaan mendalam menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan yang disampaikan kedua pelaku.

Dari hasil interogasi, polisi akhirnya memastikan bahwa VG dan SN merupakan pihak yang diduga melakukan penipuan dan sengaja mengubah alur cerita untuk menghindari proses hukum. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

SulawesiPos.com – Sepasang suami istri berinisial VG dan SN diamankan polisi setelah diduga melakukan penipuan dengan membawa kabur telepon genggam milik seorang warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Keduanya menggunakan modus berpura-pura kehabisan bahan bakar untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Aksi tersebut terjadi di Jalan Abdullah Daeng Sirua, wilayah hukum Polsek Manggala. Korban bernama Edi Susanto menjadi sasaran setelah didatangi pelaku yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Menurut keterangan korban, pasangan tersebut mengaku sedang dalam kondisi darurat karena kehabisan bensin. Mereka kemudian meminta izin meminjam ponsel dengan alasan hendak menghubungi keluarga yang disebut sedang sakit kritis dan akan dirujuk ke rumah sakit.

Merasa tersentuh dengan cerita yang disampaikan, Edi pun meminjamkan ponselnya. Namun sesaat setelah ponsel berada di tangan pelaku, keduanya langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Tak terima menjadi korban penipuan, Edi segera melakukan pengejaran. Upayanya membuahkan hasil setelah berhasil menghentikan dan mengamankan pasangan tersebut tidak jauh dari lokasi kejadian.

BACA JUGA:  Pasutri Angkut 100 Liter Ballo ke Makassar untuk Dijual, Pelaku Diamankan

Keduanya kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun alih-alih mengakui perbuatannya, pasangan itu justru berupaya mengelabui petugas dengan membuat pengakuan yang berlawanan dengan fakta.

“Mereka malah memutarbalikkan fakta dan menuduh saya sebagai pelaku begal yang mencoba merampas HP mereka saat mereka sedang berhenti untuk mengisi bensin di pinggir jalan,” ujar Edi Susanto, Senin (1/6/2026).

Meski sempat mencoba membangun skenario baru, upaya tersebut tidak berhasil. Penyidik Polsek Panakkukang yang melakukan pemeriksaan mendalam menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan yang disampaikan kedua pelaku.

Dari hasil interogasi, polisi akhirnya memastikan bahwa VG dan SN merupakan pihak yang diduga melakukan penipuan dan sengaja mengubah alur cerita untuk menghindari proses hukum. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru