Pemkot Makassar Pantau Pasar Jelang Iduladha 2026, Harga Cabai dan Ayam Naik

SulawesiPos.com – Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar melakukan pengawasan terpadu terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Iduladha 2026. Pemantauan dilakukan di Pasar Terong dan Swalayan Gelael, Senin (25/5/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Niswan Mungkasa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang hari besar keagamaan, seperti Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan strategis di Kota Makassar menjelang hari besar keagamaan,” ucap Nirman.

Ia menuturkan, pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan serta mencegah lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dari hasil pemantauan di dua lokasi, ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya cabai rawit dan daging ayam.

“Hampir Rp10.000 kenaikannya cabai dari Rp45.000 sampai Rp50.000 atau Rp60.000 perkilo, begitu juga dengan ayam hampir Rp10.000 kenaikannya,” kata Nirman.

BACA JUGA: 
Lelang Material Eks Gedung DPRD Makassar Rampung, Penawaran Tertinggi Tembus Rp1,05 Miliar

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha, baik untuk kebutuhan daging maupun bumbu dapur seperti cabai dan bawang. Selain itu, faktor musim juga memengaruhi ketersediaan cabai di pasaran.

“Iya karena kebutuhankan, terus kalau cabai memang juga belum musimnya dan masyarakat butuh,” ucapnya.

Meski terjadi kenaikan, Nirman memastikan harga pangan akan kembali stabil setelah Iduladha 2026, sebagaimana pola yang terjadi pada momen Idulfitri sebelumnya.

“Waktu Idulfitri kemarin kan begitu juga, sempat naik tapi turun melandai setelah hari Idulfitri,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Swalayan Gelael, Fathul Jannah, mengungkapkan bahwa komoditas yang mengalami kenaikan harga di swalayan tersebut antara lain daging ayam dan bumbu dapur, khususnya menjelang Iduladha.

“Kalau dibandingkan dengan harga pasar memang agak jauh. Kalau di sini Rp100.000 perkilo cabai merah besar kalau di pasar cuma Rp60.000 perkilo, kalau ayam di sini Rp175.000 perkilo,” ungkap Fathul Jannah.

BACA JUGA: 
Kejari Makassar Selamatkan Aset PSU Rp504 Miliar, Perkuat Pengamanan Keuangan Daerah

SulawesiPos.com – Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar melakukan pengawasan terpadu terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Iduladha 2026. Pemantauan dilakukan di Pasar Terong dan Swalayan Gelael, Senin (25/5/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Niswan Mungkasa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang hari besar keagamaan, seperti Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan strategis di Kota Makassar menjelang hari besar keagamaan,” ucap Nirman.

Ia menuturkan, pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan serta mencegah lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dari hasil pemantauan di dua lokasi, ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya cabai rawit dan daging ayam.

“Hampir Rp10.000 kenaikannya cabai dari Rp45.000 sampai Rp50.000 atau Rp60.000 perkilo, begitu juga dengan ayam hampir Rp10.000 kenaikannya,” kata Nirman.

BACA JUGA: 
3.309 Ruas Jalan Dilegalkan, Pemkot Makassar Perkuat Pengamanan Aset Daerah

Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha, baik untuk kebutuhan daging maupun bumbu dapur seperti cabai dan bawang. Selain itu, faktor musim juga memengaruhi ketersediaan cabai di pasaran.

“Iya karena kebutuhankan, terus kalau cabai memang juga belum musimnya dan masyarakat butuh,” ucapnya.

Meski terjadi kenaikan, Nirman memastikan harga pangan akan kembali stabil setelah Iduladha 2026, sebagaimana pola yang terjadi pada momen Idulfitri sebelumnya.

“Waktu Idulfitri kemarin kan begitu juga, sempat naik tapi turun melandai setelah hari Idulfitri,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Swalayan Gelael, Fathul Jannah, mengungkapkan bahwa komoditas yang mengalami kenaikan harga di swalayan tersebut antara lain daging ayam dan bumbu dapur, khususnya menjelang Iduladha.

“Kalau dibandingkan dengan harga pasar memang agak jauh. Kalau di sini Rp100.000 perkilo cabai merah besar kalau di pasar cuma Rp60.000 perkilo, kalau ayam di sini Rp175.000 perkilo,” ungkap Fathul Jannah.

BACA JUGA: 
Kejari Makassar Selamatkan Aset PSU Rp504 Miliar, Perkuat Pengamanan Keuangan Daerah

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru