Warga di Jalan Kerung 2 Lorong 47B antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan air bersih. dok/makassariinfo
SulawesiPos.com – Krisis air bersih kembali melanda sejumlah wilayah di Makassar.
Warga di Jalan Kerung 2 Lorong 47B terpaksa antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan air bersih setelah aliran dari PDAM dilaporkan tidak mengalir selama beberapa hari terakhir.
Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan tersebut.
Ratusan ember, baskom, hingga jeriken berjejer memenuhi badan jalan.
Warga bahkan rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan jatah air bersih yang sangat terbatas.
Beberapa warga mengaku kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari tanpa kepastian kapan distribusi air kembali normal.
Ketiadaan air bersih berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari.
Mulai dari memasak, mandi, hingga kebutuhan sanitasi lainnya menjadi terhambat.
Ironisnya, kondisi ini terjadi saat bulan April, di mana musim kemarau bahkan belum mencapai puncaknya.
Hal ini memicu kekhawatiran warga akan kemungkinan krisis yang lebih parah ke depan.
Situasi ini kembali memunculkan kritik terhadap kinerja PDAM Makassar.
Warga mempertanyakan tanggung jawab penyedia layanan air terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Air bersih merupakan hak fundamental, dan gangguan distribusi dalam waktu lama dinilai sebagai masalah serius yang harus segera ditangani.
Jika tidak ada solusi cepat, warga khawatir krisis air akan semakin meluas, terutama saat musim kemarau tiba.
Pemerintah daerah dan PDAM diharapkan segera mengambil langkah konkret agar kondisi ini tidak terus berulang.