Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat melakukan pengecekan langsung gudang Bulog di Makassar, Minggu (5/3/2026). Humas kementan
SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Mentan melakukan peninjauan langsung ke gudang Perum Bulog di Makassar, Minggu (5/4/2026), guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
“Sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik berdiri,” ujar Amran.
Dalam kunjungannya, Mentan menegaskan pentingnya verifikasi langsung untuk memastikan tidak ada perbedaan antara laporan dan kondisi sebenarnya.
Ia bahkan mengecek gudang dari bagian depan hingga belakang untuk memastikan seluruh stok benar-benar tersedia.
“Jangan sampai di depan penuh, di belakang kosong. Kita cek semuanya, dan hasilnya memang penuh,” tegasnya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga transparansi sekaligus menjawab keraguan publik terkait ketersediaan pangan nasional.
Mentan Amran menjelaskan bahwa peningkatan signifikan cadangan beras merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintah dalam sektor pertanian.
Beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut antara lain:
Ia menyebut, arahan Presiden Prabowo Subianto terbukti mampu meningkatkan produksi dalam waktu singkat.
“Hanya dalam satu tahun, produksi meningkat signifikan,” ungkapnya.
Dengan melimpahnya stok beras, pemerintah kini menghadapi tantangan baru: keterbatasan kapasitas penyimpanan.
Saat ini, kapasitas gudang nasional diperkirakan hanya sekitar 3 juta ton.
Untuk mengantisipasi kelebihan stok, pemerintah telah menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton.
“Sekarang gudang kita sudah penuh, bahkan harus sewa lagi ke depan,” kata Amran.
Ia bahkan memprediksi dalam waktu 10 hingga 20 hari ke depan, stok beras nasional bisa menembus angka 5 juta ton.
Peningkatan stok juga terlihat jelas di daerah, khususnya di Sulawesi Selatan.
Jika sebelumnya kapasitas maksimal hanya sekitar 300 ribu ton, kini stok telah melonjak hingga lebih dari 700 ribu ton.
“Artinya naik dua kali lipat. Ini luar biasa,” jelasnya.
Lonjakan ini menunjukkan keberhasilan strategi peningkatan produksi yang merata hingga ke daerah.
Mentan memastikan bahwa dengan stok yang tersedia saat ini, ditambah cadangan di sektor horeka (hotel, restoran, kafe) serta panen yang masih berlangsung, kebutuhan pangan nasional dalam kondisi aman.
Ia memperkirakan cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan.
“Jadi tidak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.
Sebagai bentuk keterbukaan, Mentan bahkan mempersilakan pihak yang meragukan data untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang di seluruh Indonesia.
“Yang tidak percaya, silakan cek sendiri gudang di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam memastikan stabilitas pangan nasional.