Ketua IKA Unhas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama anak panti asuhan dalam bakti sosial di Empang Panakukkang Makassar
SulawesiPos.com – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pengusaha, tetapi juga momentum lahirnya program sosial berkelanjutan.
Salah satu program utama yang menjadi sorotan adalah santunan anak yatim piatu yang digagas langsung oleh Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman.
Program ini dirancang sebagai kegiatan rutin, bukan sekadar seremoni tahunan.
Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munsir, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan kelanjutan dari program sosial yang telah dimulai sejak sehari sebelum acara puncak.
Rangkaian kegiatan meliputi:
“Ini bisa terwujud berkat kepemimpinan ketua umum yang memuntun kita semua, serta kerja keras panitia,” ujarnya.
Santunan simbolis diberikan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah, sebagai bagian dari total sekitar seribu anak yatim yang menerima bantuan.
Program sosial PSBM XXVI tidak hanya menyasar anak yatim, tetapi juga kelompok masyarakat lainnya, seperti:
Ketua Panitia Bakti Sosial, Andi Fahsar Padjalangi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin telah menyalurkan sekitar 25 ribu paket bantuan selama bulan Syawal.
“Program ini akan terus berlanjut, tidak hanya bantuan beras dan uang tunai, tetapi juga layanan kesehatan seperti operasi katarak dan operasi bibir sumbing,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Andi Amran Sulaiman membagikan pengalaman hidupnya yang pernah menjadi yatim piatu sejak usia 18 tahun.
Ia mengaku pernah mengalami kesulitan ekonomi hingga tidak mampu membayar biaya pendidikan dan kehilangan rumah akibat kebakaran.
“Dari situlah saya tahu, sedekah itu dahsyat, termasuk doa anak yatim. Tapi kuncinya harus ikhlas,” ungkapnya.
Dengan adanya program santunan berkelanjutan ini, PSBM XXVI tidak hanya menjadi forum bisnis, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Makassar, Jumat (27/3/2026), turut dihadiri sejumlah kepala daerah, perwakilan Perum Bulog, serta saudagar dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat ini semakin menegaskan bahwa PSBM bukan hanya ajang ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.