Overview
SulawesiPos.com – Nama pesepak bola Ricky Pratama kni menjadi sorotan setelah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial AD (25).
Laporan tersebut telah diterima oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan pada Minggu (15/2/2026).
Kuasa hukum korban, Eko Saputra, membenarkan adanya laporan yang diajukan terhadap Ricky Pratama, yang memperkuat PSM Makassar dan pernah membela Timnas Indonesia di kelompok usia.
Menurutnya, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan fisik yang dialami kliennya.
“Betul, siang tadi kami ke Polda Sulsel. Kami sudah melaporkan RP dugaan penganiayaan,” ujar Eko dikutip dari Jawa Pos Group.
Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi pada 6 Februari 2026 di sebuah indekos di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Dalam laporan yang diajukan, Ricky Pratama disangkakan melanggar Pasar 466 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan.
Kuasa hukum AD juga menyerahkan sejumlah bukti, termasuk foto akibat penganiayaan dan hasil pemeriksaan visum.
“Kami juga sudah menyampaikan beberapa bukti kepada kepolisian, dalam hal ini SPKT. itu ada surat kuasa kami, kemudian bukti foto akibat penganiayaan, kemudian bukti hasil pemeriksaan, dalam hal ini visum,” tutur Kuasa Hukumnya AD lainnya, Muhammad Agung.
Sebelum laporan resmi masuk, pengakuan korban lebih dulu viral di media sosial.
Akun Threads @_myamoureeeee pada 10 Februari 2026 mengunggah cerita seorang perempuan yang mengaku korban kekerasan oleh kekasihnya yang merupakan pemain Timnas Indonesia.
AD dan terlapor diketahui memiliki hubungan asmara selama lima bulan sebelum kejadian tersebut terjadi.
Unggahan tersebut menyebar luas dan memunculkan berbagai spekulasi publik.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, warganet kemudian mengaitkan narasi dalam unggahan tersebut dengan sosok Ricky Pratama.
Dalam unggahan yang menyebar luas itu, korban menyebut mengalami kekerasan berupa bantingan dan cekikan saat pertengkaran memuncak.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi baik dari Ricky Pratama maupun manajemen PSM Makassar terkait laporan tersebut.