Overview
SulawesiPos.com – Ajang lari yang digagas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menghadirkan konsep berbeda lewat HIPMI Run Strong 8.
Kegiatan ini digelar di Taman Religi Andalan, Center Point of Indonesia, pada 14 Februari 2026, sebagai rangkaian side event Sidang Dewan Pleno HIPMI di Makassar.
Berbeda dari lomba lari pada umumnya yang menggunakan kategori 5 kilometer atau 10 kilometer, HIPMI Run Strong 8 justru memilih jarak 8 kilometer sebagai identitas utama.
Pilihan ini bukan sekadar untuk tampil unik, melainkan mengandung filosofi yang berkaitan langsung dengan arah dan semangat organisasi.
Ketua Running Club BPP HIPMI, Darwanto Darwis, menjelaskan bahwa angka delapan memiliki makna strategis bagi HIPMI.
Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan visi kepemimpinan dan target ekonomi nasional yang ingin didorong oleh organisasi pengusaha muda itu.
“Pertama, angka delapan merujuk pada Astacita Ketua Umum BPP HIPMI, yang berjumlah delapan. Selain itu, HIPMI juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen, sehingga konsep “Strong 8” diharapkan menjadi simbol harapan dan semangat untuk mendorong capaian tersebut,” ujarnya di Makassar, Jumat (13/2/2026).
Darwanto menilai kegiatan lari ini tidak hanya menyoal kebugaran jasmani.
Di balik tren olahraga lari, menurutnya, terdapat potensi ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari kebutuhan peserta hingga aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
“Running Club HIPMI bukan hanya sekadar untuk kita bersih dan sehat, tapi kita tahu banyak potensi ekonomi yang akan dikembangkan lewat potensi lari,” pungkasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Makassar dan Sulawesi Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia yang tengah menghadiri agenda organisasi HIPMI.
“Sejumlah petinggi turut hadir termasuk ketua umum BPP HIPMI Bang Akbar Himawan Buchari, kami mengundang juga Pak Gubernur Sulsel dan bapak walikota Makassar,” jelasnya.
Pelaksanaan HIPMI Run Strong 8 pada Sabtu (14/2) pagi berlangsung meriah dengan dihadiri sebanyak 1.990 peserta di kawasan Center Point of Indonesia.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pendukung Sidang Dewan Pleno HIPMI yang digelar di Makassar.
Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, menegaskan bahwa kegiatan lari tersebut merupakan bagian dari rangkaian besar agenda organisasi.
“Kalau Hipmi Run ini adalah kegiatan sampingan, side event dari Sidang Dewan Plenonya Hipmi,” katanya saat ditemui di CPI.
Ia kembali menekankan bahwa pemilihan jarak 8 kilometer sarat dengan pesan simbolis yang ingin disampaikan HIPMI kepada publik.
“Delapan kilometernya ini cukup aneh mungkin apalagi untuk pelari, tapi 8 kilo untuk melambangkan bahwa Hipmi siap mendukung 8 persen pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Andi Amar mengungkapkan, jumlah peserta yang hadir hampir mencapai target maksimal panitia. Dari kuota 2.000 orang, tercatat 1.990 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
“Kalau tidak salah ya, data terakhir saya lihat 1.990 pas, kurang 10 orang dari 2.000,” ungkapnya.
Ia memastikan kegiatan ini terbuka untuk umum dengan pembagian kuota yang cukup besar.
“Terbuka untuk umum, jadi kemarin kita buka kuota 500 Hipmi, 500 Hipmi PT, dan juga 1.000 untuk umum,” jelasnya.
Lebih jauh, Andi Amar menilai pelaksanaan Sidang Dewan Pleno HIPMI di Makassar menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Selatan.
Pasalnya, agenda tersebut merupakan kegiatan berskala nasional yang biasanya melibatkan kehadiran pejabat tinggi negara.
“Sidang Dewan Pleno ini acara nasional yang biasanya secara adat dibuka oleh Presiden atau Menteri-menteri atau Wakil Presiden,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi keberhasilan membawa kembali agenda nasional HIPMI ke Makassar setelah lebih dari satu dekade.
“Alhamdulillah kita berhasil, kita apa namanya, bisa membawa Sidang Dewan Pleno ke Makassar,” kata dia.