Overview
SulawesiPos.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar pada Jumat, 13 Februari 2026 memicu genangan di sejumlah wilayah.
Meski demikian, kondisi tinggi muka air (TMA) di bendungan Bili-Bili dilaporkan masih aman dan berada di bawah level normal, bahkan jauh dari batas waspada.
Laporan Dam Control Office (DCO) Bendungan Bili-Bili pada pukul 16.00 Wita mencatat, elevasi muka air berada di angka 95,43 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan volume tampungan 200,166 juta meter kubik.
Angka tersebut terbilang cukup rendah jika dibanding kondisi normal bendungan yang berada pada elevasi 99,50 mdpl dengan volume air sekitar 243,840 juta meter kubik.
Kepala DCO Bendungan Bili-Bili, Abdul Razak Basolle menjelaskan, adapun ambang batas kewaspadaan Bendungan Bili-Bili berada pada elevasi 101.70 mdpl.
Status siaga sendiri ditetapkan di level 102,60 mdpl, status awas berada pada elevasi 103,30 mdpl, sedangkan puncak bendungan berada di ketinggal 106,00 mdpl.
Berdasarkan data tersebut, artinya kapasitas tampungan bendungan dinilai masih aman untuk menampung tambahan debit air dari hulu, meski hujan deras terjadi sepanjang hari di Makassar dan sekitarnya.
Abdul Razak juga mengungkapkan, sebagai langkah pengendalian debit, pintu pelimpah bendungan saat ini dibuka setinggi 1 meter.
Pembukaan tersebut mengalirkan air sekitar 60 meter kubik per detik ke hilir Sungai Jeneberang.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan akibat hujan lebat.
Terutama masyarakat Kota Makassar yang tinggal di kawasan rawan banjir dan daerah hilir Sungai Jeneberang.
Pengelola bendungan memastikan pemantauan kondisi dilakukan secara rutin dan real time untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila curah hujan tinggi terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.