Overview
SulawesiPos.com – Hasil visum selebgram asal Makassar, Nira yang dilakukan di RS Bhayangkara tersebar secara luas di media sosial bahkan diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Nira mengatakan secara terbuka, peristiwa ini merupakan kelalaian pihak rumah sakit dalam menjaga kerahasiaan dokumen medis pasiennya.
“Saya berdiri di sini bukan karena tidak memiliki kesalahan. Namun karena hak kemanusiaan saya telah dicabut. Karena dokumen confidential itu tersebar luas di publik, bahkan diperjualbelikan seharga kopi yang saya minum sehari-hari,” ucapnya saat aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/2/2026).
Ironisnya, hasil visum yang seharusnya bersifat rahasia itu justru bocor, termasuk foto yang menunjukkan area privasinya.
“Bukan karena kelalaian saya. Bukan. Namun karena rentannya keamanan data di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar,” tegasnya.
Sejak kejadian tersebarnya hasil visum tersebut, Nira mengalami tekanan sosial selama lima bulan lamanya.
Ia mengaku mendapat cibiran, penghakiman publik, hingga tekanan mental yang berat.
Sementara, pihak-pihak dari RS Bhayangkara yang seharusnya bertanggung jawab belum mendapatkan sanksi apa pun.
“Dokter jaga, mahasiswa koas, perawat, staf bahkan direktur rumah sakit yang harus bertanggung jawab, masih bisa melanjutkan hidup layaknya tidak ada yang terjadi,” katanya.
Nira menduga dokumen visumnya itu disimpan dalam Google Drive dengan akses yang terbuka atau open access sehingga memudahkan terjadinya kebocoran data.
“Dokumen yang bersifat confidential itu tersebar luas karena ilegal access. Disimpan dengan open access. Bukankah itu kecerobohan?” ujarnya.
Lebih lanjut, ia sebagai pihak yang dirugikan menuntut tegas RS Bhayangkara Makassar untuk bertanggung jawab atas kebocoran tersebut.