Overview
SulawesiPos.com – Aparat kepolisian mengamankan tujuh orang yang terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok di Jalan Maccini, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.
Dalam penindakan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan alat yang digunakan saat bentrokan.
Kapolsek Makassar, Kompol Mustari, menjelaskan bahwa para pelaku yang mayoritas masih berusia remaja terlibat aksi saling serang menggunakan batu serta busur anak panah.
“Para terduga pelaku remaja ini saling serang dengan batu serta busur anak panah. Ini (pemicu) sepertinya dendam lama,” kata Kapolsek Makassar Kompol Mustari saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).
Enam dari tujuh pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IS (16), WA (15), ED (17), MI (13), RR (19), dan AL (15).
Sementara satu pelaku lainnya berinisial AR. Seluruhnya kini diamankan di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik setelah ditangkap pada dini hari.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu busur lengkap dengan anak panah, serta satu pucuk senapan yang belakangan diketahui merupakan senjata mainan.
Aksi tawuran tersebut sempat direkam warga dan videonya beredar luas di media sosial.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku terlibat tawuran setelah mendapat ajakan dari rekan mereka berinisial AR yang berdomisili di Jalan Lure.
Ajakan tersebut dilakukan untuk membantu menyerang kelompok pemuda di wilayah Jalan Maccini Gusung, yang diduga memiliki persoalan lama dengan kelompok mereka.
“Menurut pengakuan para terduga ini, pihak yang kerap memicu berbuat onar itu berasal dari Lorong Koslet, di wilayah Jalan Maccini Gusung,” katanya.
Penangkapan para pelaku dilakukan setelah polisi menerima laporan adanya tawuran antarpemuda di lokasi kejadian.
Saat tiba di tempat kejadian perkara, petugas langsung membubarkan kedua kelompok yang terlibat dan mengamankan tujuh orang.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat kedua kelompok saling lempar batu dan balok kayu, bahkan menggunakan lembaran seng sebagai pelindung.
Salah seorang pelaku juga tampak menarik busur dan melepaskan anak panah ke arah lawannya.
Sementara itu, satu pelaku lainnya terlihat membawa senapan untuk menakut-nakuti kelompok lawan.
Namun, hasil pemeriksaan polisi memastikan senjata tersebut hanya berupa mainan berbahan plastik.
“Itu dipakai hanya gertak-gertak (lawannya), senjata mainan itu, senjata plastik. Mereka ini mulai kreatif menggertak-gertak (pakai senjata mainan). Tapi tetap diwaspadai jangan sampai itu senjata rakitan, tapi ternyata bukan,” tuturnya.