Overview
SulawesiPos.com – Seorang nelayan bernama Hery (53) dilaporkan hilang saat melaut di perairan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (8/2/2026), dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar, mengatakan pencarian difokuskan di sekitar perairan Pelabuhan Pelindo Makassar setelah perahu milik korban ditemukan tanpa awak.
“Pencarian korban orang hilang di laut di sekitar perairan Pelabuhan Pelindo, Kota Makassar,” kata Fadli kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Menurut Fadli, korban diketahui berangkat melaut sejak pukul 04.00 Wita, namun sekitar pukul 09.10 Wita pihak berwenang menerima laporan bahwa perahu korban ditemukan dalam kondisi kosong.
“Sekitar pukul 09.10 Wita, diperoleh informasi bahwa perahu korban telah ditemukan, namun korban tidak berada di dalam kapal,” jelasnya.
Hingga sore hari, tim SAR bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan perahu, dengan memperluas area pencarian menyesuaikan arus dan kondisi cuaca.
Fadli juga mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pengguna aktivitas laut, agar selalu mengutamakan keselamatan serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna aktivitas laut, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi cuaca saat melaut,” imbuhnya.
Kasus nelayan hilang ini menambah daftar insiden serupa yang terjadi di Sulawesi Selatan dalam satu bulan terakhir, seiring cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan.
Sebelumnya, seorang nelayan bernama Yanto (35) dilaporkan hilang saat memasang jaring di perairan Pantai Bosowa, Makassar, dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh tim gabungan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, serta masyarakat setempat,” ujar M Fadli Tahar, Senin (2/2/2026).
Yanto diketahui tenggelam pada pagi hari dan jasadnya ditemukan sekitar pukul 11.50 Wita setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
“Korban tenggelam atas nama Yanto, seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat sedang memasang jaring di perairan laut,” jelas Fadli.
Selain itu, seorang anak buah kapal (ABK) bernama Muh Aidil Takbir (20) dilaporkan hilang di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, saat bekerja di kapal nelayan KM 3 Putri.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut operasi pencarian langsung dilakukan setelah menerima laporan dari keluarga korban.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 06.30 Wita, dan hingga hari kedua operasi, korban belum ditemukan sehingga area pencarian diperluas.
Sementara di Kabupaten Wajo, tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan lanjut usia bernama Aziz Daeng Malewa (56) yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Siwa.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan Tamborasi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
“Korban yang dinyatakan hilang telah ditemukan oleh nelayan Tamborasi,” ujar anggota Basarnas Makassar, Hamsidar, Kamis (15/1/2026).
Hamsidar menjelaskan, informasi penemuan korban baru diterima pihaknya pada siang hari akibat keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi kejadian.
Cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di laut maupun di darat, khususnya di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Aparat kepolisian bersama instansi terkait terus menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat melalui patroli dialogis di sejumlah titik rawan, mulai dari Dermaga Pelabuhan Paotere, kawasan pulau-pulau, hingga permukiman warga.
Nelayan dan nahkoda kapal diminta tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca buruk karena berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.
Selain itu, penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung ditekankan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di tengah laut.