Overview
SulawesiPos.com – Memasuki usia 63 tahun, José Mourinho tetap menjadi topik paling hangat di jagat sepak bola.
Jika pelatih lain membangun filosofi permainan yang indah, Mourinho membangun sesuatu yang lebih konkret: Mentalitas Juara.
Melalui data terbaru, terlihat jelas bagaimana pria asal Portugal ini mengubah klub “underdog” menjadi penguasa benua.
Dominasi di Kompetisi UEFA: 6 Final, 5 Kemenangan
Salah satu statistik paling mencolok dari karier Mourinho adalah efektivitasnya di partai puncak. Dari 6 final kompetisi Eropa yang ia jalani, ia berhasil membawa pulang 5 trofi.
Ia adalah arsitek pertama yang mampu menaklukkan tiga kasta kompetisi UEFA yang berbeda.
Rekor ini menunjukkan fleksibilitas taktik Mourinho yang mampu beradaptasi dengan materi pemain di berbagai level—mulai dari skuad bertabur bintang di Real Madrid hingga skuad yang dianggap “kurang kompetitif” seperti AS Roma di panggung Eropa.
Perbandingan Kesuksesan di Berbagai Negara
Melihat infografis perjalanannya, terlihat pola unik di mana Mourinho selalu meninggalkan jejak emas:
“Banyak pelatih hebat tidak pernah memenangkan trofi Eropa. Mourinho memenangkannya bersama empat klub berbeda. Itu bukan kebetulan, itu adalah desain taktik,” tulis pengamat sepak bola dalam unggahan viral baru-baru ini.
Teka-teki Tottenham dan Episode Singkat di Fenerbahçe
Meski dikenal sebagai kolektor trofi, karier José Mourinho juga memiliki catatan unik yang kerap disebut sebagai “anomali”.
Salah satunya terjadi saat menangani Tottenham Hotspur.
Di klub London Utara tersebut, Mourinho gagal mempersembahkan gelar, setelah dipecat hanya beberapa hari sebelum final Piala Liga Inggris, sebuah keputusan yang hingga kini masih diperdebatkan publik sepak bola.
Episode singkat lainnya terjadi ketika Mourinho melanjutkan kariernya di Turki bersama Fenerbahçe.
Harapan besar sempat menyertai kedatangannya, namun hasil yang tidak konsisten serta tekanan internal klub membuat kerja sama itu berakhir dengan pemecatan.
Meski demikian, periode tersebut tidak banyak menggerus reputasinya sebagai pelatih bermental juara, mengingat rekam jejak panjang Mourinho yang hampir selalu berujung trofi di klub-klub sebelumnya.
Tantangan Baru Bersama Benfica
Kini, Mourinho kembali ke Portugal, negara yang melambungkan namanya ke panggung dunia.
Benfica menjadi proyek terbarunya—klub dengan sejarah besar, ekspektasi tinggi, dan ambisi Eropa yang kembali menyala.
Bagi para pendukung Benfica, kehadiran Mourinho bukan hanya soal taktik bertahan atau pragmatisme, melainkan jaminan mental juara.
Statistik menunjukkan bahwa klub-klub yang dilatih Mourinho hampir selalu meraih trofi dalam periode awal masa kepemimpinannya.
Pertanyaannya kini sederhana namun besar: apakah José Mourinho akan kembali mengangkat trofi Eropa bersama Benfica?
Dilihat dari statistik penantian gelar klub-klub sebelumnya, tampaknya hanya masalah waktu bagi Mourinho untuk menambah koleksi lemari trofinya.