Overview
SulawesiPos.com – Kekecewaan mendalam dirasakan warga Lingkungan Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, setelah persoalan drainase yang buruk bertahun-tahun tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.
Warga menyebut, kondisi saluran air yang tidak memadai kerap memicu banjir setiap kali hujan turun, merendam rumah dan akses jalan lingkungan.
Jamaludin Dg Sese, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan drainase telah berulang kali disampaikan melalui forum resmi, termasuk musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), namun tak pernah berujung realisasi.
“Sudah sering kami sampaikan, tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Kalau menunggu pemerintah, kami bisa terus kebanjiran,” kata salah seorang warga, Minggu (25/1/2026).
Merasa aspirasi mereka tak direspons, warga RT 03 RW 09 akhirnya memilih jalan mandiri dengan menggalang dana secara gotong royong.
Dana hasil swadaya tersebut digunakan untuk membangun drainase sederhana sebagai upaya darurat guna mengurangi genangan air yang selama ini menjadi langganan saat musim hujan.
Ketua RT setempat menegaskan, langkah swadaya itu diambil karena kondisi di lapangan sudah mendesak dan tidak memungkinkan untuk terus menunggu bantuan pemerintah.
“Kami terpaksa swadaya. Padahal drainase ini kebutuhan dasar dan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kota Makassar,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua RW 09 Kelurahan Barombong, Muh Rasyid, menyoroti mekanisme pengaduan pelayanan publik yang dinilainya belum berjalan efektif.
Ia menilai, aplikasi pengaduan milik Pemerintah Kota Makassar, Lontara, belum memberikan solusi nyata atas laporan masyarakat karena alur penanganannya berputar tanpa kepastian tindak lanjut.
“Iya pak jadi pemerintah memang menyampaikan bahwa semua keluhan dan aduan itu harus melalui aplikasi,namun saya mencoba menggunakan aplikasi tersebut, prosesnya hampir sama dengan aduan sebelumnya pak,dari laporan aplikasi tersebut, turun ke pemerintah kecamatan,dari kecamatan ke lurah,hal tersebut saya anggap bahwa laporan dan aduan itu kurang efektif.
Kemudian pihak kelurahan melanjutkan aduan klarifikasi dengan RW RT,ini sama saja dengan mengembalikan laporan bukan realisasi laporan, tutupnya ”
Warga berharap Pemerintah Kota Makassar segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur dasar di permukiman rawan banjir.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait mengenai keluhan warga Timbuseng tersebut.