Overview
SulawesiPos.com – Kepolisian menangkap seorang ibu berinisial ISN yang melakukan penipuan cerdik dengan memanfaatkan pegawai gerai BRI Link di Jalan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Aksi pelaku berhasil membuat korban mentransfer uang senilai Rp38,2 juta ke rekening misterius.
“Telah diamankan seorang perempuan memiliki dua anak yang melakukan penipuan dengan cara menerima telepon kemudian mengirim uang melalui BRI Link ke beberapa rekening,” kata Kapolsek Tallo Ajun Komisaris Polisi Afada di Makassar, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan penyelidikan sementara, ISN mendatangi gerai sambil membawa kedua anaknya yang masih kecil dan meminta pegawai melakukan beberapa transfer ke sejumlah rekening dengan nominal berbeda-beda.
Transaksi pertama hingga ketiga berhasil dilakukan, namun kecurigaan muncul saat pengiriman keempat dan kelima.
Pemilik gerai, Misnah, menegur pegawainya karena pelaku belum menyerahkan uang tunai.
ISN meyakinkan pegawai bahwa seluruh uang baru akan dibayarkan sekaligus setelah semua transfer selesai. Namun janji tersebut tidak pernah ditepati, sehingga polisi dipanggil untuk menahan pelaku.
“Saat ini penyidik kami melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu fakta-fakta kebenaran yang terjadi. Tadi, hasil pemeriksaan sementara oleh penyidik, bahwasanya pelaku juga baru pertama kali melakukan itu,” tutur Kapolsek Afada.
Pelaku berdalih bahwa aksinya dilakukan karena mendapatkan telepon dari seseorang yang memintanya mengirim uang, tetapi suaminya sempat menegur karena menilai itu penipuan.
Bukti rekaman CCTV memperlihatkan ISN mendatangi gerai sambil menggendong anak-anaknya, serta lima bukti transaksi berhasil disita sebagai barang bukti.
Korban mengaku sempat percaya dan menuruti permintaan pelaku karena dijanjikan top up untuk saudaranya.
Namun, setelah nominal transfer ketiga cukup besar, korban mulai curiga.
“Pelaku beralasan minta di-top up. Jadi saya bantu. Waktu diminta uangnya, pelaku mengatakan tunggu karena masih ada transaksi lagi. Transferan ketiga, saya katakan sudah banyak nominalnya, mau dihitung. Dia bilang sekali lagi ditransfer, setelah itu dibayar, saya langsung percaya saja. Ternyata penipu,” ujar Misnah.
Kepolisian kini tengah mendalami motif dan kemungkinan pelaku bekerja sama dengan pihak lain dalam aksi penipuan tersebut.