Overview
SulawesiPos.com – Kota Makassar kembali menorehkan prestasi internasional setelah masuk dalam lima besar kota dunia dari sekitar 300 peserta yang mengusulkan program kesehatan lingkungan.
Capaian ini mengantarkan Makassar ke tahap final penghargaan internasional yang akan diumumkan di New York City pada April 2026.
Keberhasilan tersebut menempatkan Makassar sejajar dengan kota-kota global yang dinilai mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan dan kesehatan permukiman.
“Kota Makassar masuk dalam lima kota yang terpilih dari 300 kota di dunia untuk program kesehatan lingkungannya. Ini sudah diseleksi mendapat award di NYC pada bulan April 2026. Selamat buat Pak Wali Kota Makassar (Pak Munafri),” demikian pesan informasi dari NYC disampaikan oleh RISE (Revitalizing Informal Settlements and their Enviroments), kepada Wali Kota Munafri, Minggu (25/1).
Program RISE merupakan inisiatif yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan permukiman sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan langsung berbagai program unggulan pemerintah kota dalam menghadapi persoalan banjir, sanitasi, akses air bersih, dan kontaminasi lingkungan perkotaan.
Paparan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat mengikuti wawancara bersama World Resources Institute (WRI) Ruan dan Program Penelitian RISE Indonesia di Balai Kota Makassar.
Dalam pertemuan yang sama, perwakilan WRI Ruan dan Program Penelitian RISE Indonesia menyampaikan sejumlah pengembangan program yang telah dijalankan bersama Pemerintah Kota Makassar.
Program RISE di Makassar kemudian terpilih sebagai salah satu dari lima proyek terbaik dunia yang masuk nominasi World Resources Institute (WRI) Ross Center Prize for Cities.
Perwakilan WRI, Diego Rivera, menyatakan kunjungan ke Makassar merupakan bagian dari tahapan penilaian akhir penghargaan tersebut.
“Kami sangat senang bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar. Tujuan kunjungan kami adalah karena program RISE telah terpilih sebagai salah satu dari lima proyek global yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki kota-kota di seluruh dunia,” ujar Diego Rivera.
Ia menjelaskan, dari ratusan proyek yang dinilai secara global, hanya lima yang terpilih untuk masuk tahap akhir.
Tim WRI melakukan kunjungan langsung ke setiap lokasi terpilih dengan melibatkan kru film profesional untuk memproduksi film pendek tentang masing-masing proyek.
“Film pendek wawancara program ini kami tayangkan pada acara khusus di New York pada bulan April mendatang. Setelah seluruh film diputar, pemenang WRI Ross Center Prize for Cities akan diumumkan,” jelasnya.
Menurut Diego, Makassar memiliki posisi yang sangat strategis dalam proses penilaian ini.
Tim WRI telah mengunjungi sejumlah komunitas penerima manfaat program RISE, seperti Untia dan Bone Lengga, untuk berdialog langsung dengan warga serta mendokumentasikan dampak nyata program tersebut.
“Kami berharap Makassar bisa menang. Namun, terpilih sebagai satu dari lima proyek terbaik dunia saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap RISE sangat berarti bagi kami,” tambahnya.