SulawesiPos.com – Dadar santan sudah lama menjadi salah satu jajanan tradisional yang akrab di masyarakat Makassar. Kudapan ini sering ditemukan di jajanan pasar dan kerap hadir sebagai menu takjil favorit saat bulan Ramadan.
Sekilas tampilannya memang menyerupai dadar gulung, tetapi cara penyajian dan cita rasanya memiliki karakter tersendiri.
Apa yang Membuat Dadar Santan Berbeda?
1. Kulit dengan aroma khas
Kulit dadar dibuat dari campuran tepung dengan tambahan pandan yang menghasilkan warna hijau alami sekaligus aroma harum yang khas. Teksturnya tipis dan lembut sehingga mudah dipadukan dengan berbagai isian.
2. Isian yang beragam
Pada versi tradisional, dadar santan umumnya menggunakan isian kelapa parut yang dimasak bersama gula merah hingga terasa manis, atau kacang tanah yang dihaluskan dan dipadukan dengan wijen. Kini, pilihan isiannya mulai berkembang mengikuti variasi rasa yang lebih beragam.
3. Siraman sebagai ciri khas utama
Salah satu pembeda utama dadar santan dengan dadar gulung pada umumnya adalah tambahan fla santan kental yang disiram di atasnya. Penyajian ini biasanya dilengkapi dengan Sirup DHT, sirup pisang ambon khas Makassar, yang memberikan sentuhan rasa manis sekaligus menambah karakter khas pada sajian ini.
Dari Dadar Tradisional ke Sentuhan Cokelat
Jika sebelumnya dadar santan identik dengan warna hijau dan dua pilihan isian utama, kini variasinya mulai berkembang mengikuti selera baru.
Beberapa kreasi menghadirkan tampilan yang berbeda, mulai dari kulit dadar berwarna cokelat, isian fla vanilla, saus cokelat, hingga tambahan topping seperti parutan keju.
Meski tampil lebih modern, bentuk dasar dan konsep dadar santan masih tetap dipertahankan.
Di Mana Bisa Mendapatkannya?
Salah satu yang menyediakan kreasi dadar fla cokelat adalah @doubleyumm yang dapat dipesan melalui GrabFood.
Pilihan varian yang tersedia:
- Dadar fla cokelat dengan harga Rp35.000
- Dadar fla cokelat + topping keju dengan harga Rp40.000
Jadi, jajanan yang dulu identik dengan pandan, kacang, dan siraman santan kini mulai hadir dengan sentuhan rasa yang lebih beragam. (ainun Khairunnisa)

