Categories: Kuliner

Liburan ke Selayar? Jangan Lewatkan Tiga Kue Ikonik Ini

Overview

  • Selayar memiliki tiga kue tradisional khas Roti Eja, Kue Borobudur, dan Kue Kalakere yang menawarkan cita rasa autentik berbahan dasar tepung beras.

  • Setiap kue dibuat dengan Teknik pemanggangan tradisional menggunakan oven atau cetakan tanah liat yang mempertahankan rasa khasnya.

SulawesiPos.com – Kalau kamu lagi main ke ke Kabupaten Kepulauan Selayar, jangan cuma eksplor pantainya. Daerah ini juga punya deretan kue tradisional yang rasanya autentik banget.

Bahannya sederhana, tapi cara olahnya masih mempertahankan teknik tradisional. Hasilnya? Rasa yang susah ditiru.

Berikut tiga kue khas Kepulauan Selayar yang wajib masuk list panganan yang ingin kamu coba.

1. Roti Eja

Roti Eja adalah salah satu ikon jajanan khas Selayar. Warga setempat membuatnya dari campuran tepung beras, gula merah, dan kenari.

Perpaduan ini menghasilkan rasa manis yang legit dengan aroma khas kacang.

Pembuatnya memanggang adonan menggunakan oven atau belanga tradisional. Proses ini memberi tekstur yang padat tapi tetap lembut saat digigit.

Kamu bisa dengan mudah menemukan Roti Eja di Kota Benteng, terutama pada pagi hari.

Biasanya warga menjadikannya teman sarapan atau camilan santai sambil minum teh.

2. Kue Borobudur

Sesuai Namanya, Kue Borobudur punya bentuk yang menyerupai candi. Masyarakat Selayar membuatnya dari tepung beras yang dicampur kacang kenari, lalu membentuknya bulat-bular sebelum memasukkan ke dalam cetakan tanah liat.

Setelah memanggangnya setengah matang, pembuat kue mengolesi bagian atasnya dengan kuning telur.

Mereka lalu memanggangnya kembali di atas tungku hingga matang sempurna.

Teksturnya empuk dan rasanya gurih. Biasanya warga menyajikan kue ini saat hari raya atau acara penting.

Selain disebut Kue Borobudur, sebagaian orang juga mengenalnya sebagai kue Sengkang Bodobudur.

3. Kue Kalakere

Kue Kalakere berasal dari Tanah Doang, salah satu wilayah di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Warga menamain kue ini “kalakere” karena proses pembuatannya yang dilengkungan atau nilekkerek.

Pembuatnya membentuk adonan tepung beras menyerupai angka delapan, lalu memanggangnya di dalam oven tradisional.

Mereka biasanya menggunakan palakkok atau tudung dari tanah liat saat proses pemanggangan.

Tekstur Kalakere tidak terlalu renyah dan juga tidak keras. Rasanya tidak terlalu manis dengan sentuhan gurih yang ringan.

Banyak orang yang mencelupkannya ke dalam teh atau kopi agar terasa lebih lembut. Cocok banget jadi teman nongkrong santai.

Tiga kue ini bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang tradisi. Warga Selayar masih mempertahankan teknik pemanggangan tradisional dengan tungku dan cetakan tanah liat.

Kalau kamu ke Selayar, jangan cuma bawa foto santai. Bawa juga cerita tentang Roti Eja yang legit, Kue Borobudur yang empuk, dan Kalakere yang unik.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: kue borobudur kue kalakere kue khas selayar Kuliner Sulsel roti eja